ICOs and the checks and balances of corporate governance

Ketidakjelasan regulasi dan kompleksitas teknologi pada cryptocurrency telah lama berkontribusi menjadi faktor dari volatilitasnya yang tinggi. Hal ini tidak mengherankan ketidakpastian yang tersebar terjadi di initial coin offerings (ICO) dan prospek investasi dalam token berbasis blockchain ini.

Dalam upaya untuk memulihkan kepercayaan investor, praktik terbaik dari ICO telah diperdebatkan secara luas di front legislatif, tetapi tidak berarti hal ini satu-satunya pendekatan untuk menghilangkan kesalahpahaman di dalam ICO.

Menurut 2018 Asean Corporate Governance Scorecard, praktik tata kelola perusahaan sudah mulai stagnan di negara-negara seperti Singapura, serta kesenjangan standar yang melebar antara perusahaan-perusahaan kapitalisasi besar dan pemain lainnya. Dalam menjaga kerja tata kelola perusahaan yang kuat untuk ICO, baik investor maupun perusahaan akan memilik kesempatan memperoleh manfaat dari lapisan internal checks and balances dalam penjualan token.

ICO vs IPO

Tidak seperti initial public offerings (IPO), ICO tidak memiliki kepemimpinan dewan direksi yang dipilih oleh pemegang saham serta pengawasan dari tim manajemen. Ini merupakan salah satu tantangan dalam proses penegakan tata kelola perusahaan.

Risiko dan sifat dari kedua investasi ini juga sangat berbeda. IPO mewakili kepemilikan perusahaan yang sudah matang dengan tata kelola perusahaan yang kuat, dan investor menikmati likuiditas pasar serta perlindungan peraturan keamanan. Di sisi lain, ICO mirip dengan investasi modal ventura, sehingga menjurus ke investasi berjangka panjang.

Selain itu, pemegang token tidak mendapatkan keuntungan dari hak istimewa yang sama dengan pemegang saham bahkan jika mereka dapat memegang hak suara yang didapat dari pembelian token. Ini untuk menghindari konflik kepentingan karena token dapat diperdagangkan secara bebas di pasar sekunder sementara saham perusahaan tidak bisa.

Sementara token saat ini sering diposisikan sebagai token utilitas, perpindahan dari security token, karena peraturan diterapkan untuk mengatur penggunaannya, memiliki potensi untuk akhirnya menggantikan kebutuhan akan IPO.

Bermain di zona aman

Memiliki langkah-langkah yang dapat membantu melindungi kepentingan dan mendukung pengambilan keputusan penting tentang investasi akan selalu disambut baik oleh para investor. Ini termasuk tingkat pengungkapan dan transparansi tertentu yang berkaitan dengan masalah keuangan, bisnis, dan kepemilikan.

Struktur tata kelola perusahaan yang jelas dan bijaksana sangat penting untuk kelangsungan investasi — baik bagi pemegang saham atau investor token — untuk kejelasan yang lebih besar tentang bagaimana ekonomi perusahaan akan mempengaruhi keputusan investasi. Tetapi seperti halnya semua investasi, investor token juga harus berhati-hati terhadap skema cepat-kaya dan harus bertanggung jawab atas keputusan mereka sendiri.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: