Keputusan Investasi: Bitcoin atau Aset Kripto Lainnya?

Ditulis oleh: Christian Hsieh, CEO Tokenomy

Banyak investor sulit memutuskan untuk mengalokasikan investasi ke bitcoin atau aset kripto lainnya. Tujuan dari artikel ini adalah untuk mengklarifikasi perbedan tersebut serta menyoroti alasan mengapa bitcoin telah menjadi aset yang tidak lagi dapat di abaikan.

Bitcoin diciptakan sebagai sistem peer-to-peer elektronik tunai tanpa melalui lembaga keuangan atau pihak ketiga1. Sejak tahun 2009, jaringan Bitcoin telah mengawali blockchain terpanjang yang menjamin keamanan tinggi serta mencegah terjadinya double-spending. Sejak saat itu, muncul banyak aset kripto menawarkan solusi yang bervariasi, seperti menawarkan kecepatan transaksi yang lebih cepat atau waktu pemrosesan blok yang lebih singkat. Contohnya seperti Litecoin, Ethereum, Ripple, ketiganya merupakan sebagian kecil representasi dari sekian banyaknya aset kripto yang muncul dengan mengklaim domain mereka di dunia maya. Di bawah ini adalah perbandingan fitur-fitur yang ada dari 8 aset kripto terpopuler.

PERBANDINGAN2 Bitcoin (BTC) Bitcoin Cash (BCH) Ether   (ETH) Litecoin (LTC) Ripple (XRP) EOS   (EOS) Stellar (XLM) NEO   (NEO)
Diluncurkan 2009 2017 2015 2011 2012 2018 2014 2014
Suplai yang bersirkulasi >17 juta >17 juta >102 juta >58 juta >40 juta >906 juta >18 juta 65 juta
Suplai maksimal 21 juta 21 juta Tidak ada limit 84 juta 100 miliar   (pre-mined) Tidak ada limit Tidak ada limit 100 juta
Jumlah yang ditambang / dirilis per blok 12.5 per block 12.5 per block 3 per block 25 per block 1 miliarr per bulan Sampai 5% inflasi per tahun Sampai

1% inflasi per tahun

Samapi 15 juta per tahun
Transaksi per detik (max)                7              60              20              56          1,500          2,800          1,000          1,000
Jaringan n/a n/a Ethereum n/a RippleNet EOS.IO Stellar NEO
Waktu per Blok (perkiraan) 10 menit 10 menit 15 detik 2.5 menit Near instant 0.5 detik 5 detik 15 detik
SUMBER: https://www.ig.com/sg/cryptocurrency-trading/cryptocurrency-comparison

 

Semua aset kripto – termasuk Bitcoin, Ethereum, dan lainnya – memiliki karakteristik utama yang sama:

  1. Jadwal rilis suplai yang transparan, dapat diaudit, dan dapat di prediksi
  2. Tahan terhadap sensor – tidak ada yang bisa menghalangi holder untuk menggunakan aset kripto nya sendiri
  3. Tanpa izin – pangguna tidak perlu meminta izin untuk menggunakan sistem. Dia hanya perlu mengunduh software, generate private key, dan bisa memulai, tanpa perlu menjawab pertanyaan apapun
  4. Memiliki kedaulatan sendiri – pengguna menjaga asetnya sendiri. Tidak perlu bergantung pada pada pihak manapun, dan bisa berjalan melewati perbatasan dengan membawa $1 miliar di kepalanya
  5. Dapat dibagi – dapat dibagi menjadi beberapa bagian kecil yang dapat digunakan di exchange untuk ditukar dengan barang atau hal-hal lain yang berharga
  6. Portabel – dapat di bawa
  7. Fungible – semua unit pada dasarnya dapat dipertukarkan3

Namun, perbedaan aset kripto ini sebagian besar bersifat teknis. Membutuhkan waktu lebih lama untuk melakukan observasi guna menentukan masing-masing peran yang dimainkan oleh aset kripto dan tujuan keberadaan nya saat ini. Ethereum sedang bereksperimen dengan domain smart contract, Ripple berusaha untuk memfasilitasi penyelesaian pengiriman lintas negara yang lebih cepat, dan Litecoin atau Bitcoin Cash sedang berusaha meningkatkan kecepatan transaksi untuk memungkinkan pembayaran sehari-hari menggunakan aset kriptp. Semua utilitas yang ditawarkan penting guna membangun ekosistem baru di atas jaringan blockchain, tetapi mungkin butuh beberapa dekade untuk melakukan pengujian sampai akhirnya bisa di adopsi secara luas. Dari sudut pandang investasi, hanya bitcoin yang tampaknya sesuai dengan klaim emas digital, atau penyimpanan nilai yang terdesentralisasi. Lagipula, bitcoin mempunyai efek jaringan terbesar, blockchain terpanjang, jaringan paling aman dan terdesentralisasi, dan dapat diterima oleh sebagian besar merchant.

 

Return Profil Bitcoin

Dalam 10 tahun terakhir, bitcoin telah naik dari yang tidak ada apa-apa menjadi lebih dari $ 9.700 hari ini4 (pada saat publikasi). Meskipun volatilitasnya ekstrem, perlahan-lahan bitcoin semakin diterima dan semakin menarik investor dari perspektif jangka panjang.

Siapa saja yang membeli bitcoin? Dalam Investor Letter, Bitwise Investment Januari 2020, dinyatakan bahwa Charles Schwab baru-baru ini menerbitkan sebuah laporan tentang kepemilikan ekuitas terbesar dari klien dalam rekening jangka panjang, yang di segmentasi secara turun-temurun. Ternyata bitcoin, seperti yang diungkapkan melalui Grayscale Bitcoin Trust (GBTC) – adalah pemegang aset terbesar kelima dalam rekening jangka panjang untuk generasi millennial.5

Bitcoin adalah Ekuitas Populer Kelima di Kalangan Millenial di Charles Schwab6

Millenial didefinisikan sebagai individu yang berusia 22-38 tahun. Pada dekade berikutnya, mereka akan menua dalam kisaran usia 32-48 tahun, mayoritas mendapatkan penghasilan tertinggi pada usia (kira-kira usia 35-60). Pada tahun 2030, akan ada generasi millenial yang berpenghasilan lebih tinggi dibanding baby boomer atau Gen Xers.

Dalam laporan Coindesk Research baru-baru ini, menunjukkan bahwa generasi Millennial telah muncul sebagai pengadopsi dan pendorong aset kripto7, dengan satu survei menunjukkan generasi usia 18 hingga 34 tahun saat ini lebih memilih bitcoin daripada investasi tradisional.8 Hasil survei ini secara mengejutkan menunjukkan adanya kesadaran dan keterbukaan generasi millennial terhadap investasi berisiko tinggi seperti bitcoin.

Persentase usia 18 sampai 34 yang memilih bitcoin untuk…

Exposure Portofolio Kripto

Sebagai kelas aset yang baru, bitcoin saat ini masih menjadi arus utama. Meskipun profil return nya sangat kuat, volatilitas dan ketidakpastian masih membuat para investor tradisional khawatir. Bagaimana jika hanya mengalokasikan sedikit exposure ke dalam aset ini? Bagaimana profil return ketika menambahkan beberapa aset kripto ke dalam portofolio tradisional Anda?

Dalam makalah penelitian yang diterbitkan oleh Bitwise Investment pada Mei 2018, ditemukan bahwa dengan menambahkan alokasi kecil untuk aset kripto dalam portofolio tradisional, portofolio yang ter-diversifikasi (60 % ekuitas / 40% obligasi), profil pengembalian dapat berubah secara signifikan.


Untuk mengevaluasi peran bitcoin dalam portofolio, studi ini melihat dampak dari membuat alokasi sebesar 5% untuk bitcoin dan mempertahankan posisi itu. Alokasi bitcoin digambarkan berdasarkan pro-rata dari posisi ekuitas dan obligasi, yang berarti portofolio (yang akan kita sebut “Portofolio HODL”) dimulai dengan alokasi 57% untuk saham dan alokasi 38% untuk obligasi.9

Dampak dari alokasi bitcoin sangat dramatis. Performa Bitcoin yang kuat selama jangka waktu penelitian ini, memperkuat portofolio, dengan total pengembalian melonjak dari 26,53% menjadi 67,70%. Tentu saja volatilitas dan penarikan maksimum juga akan meningkat pada waktu yang bersamaan, tetapi sebagai ilustrasi, presentase kecil alokasi bitcoin dapat benar-benar berdampak pada performa portofolio.

Kesimpulan

Bitcoin telah muncul sebagai kelas aset baru yang sekarang dianggap sebagai alat investasi, meskipun penggunaannya juga dapat dijadikan sebagai sarana penyimpan aset digital, uang digital, dan media pertukaran. Sementara aset kripto lain masih menguji cara penggunaan dalam domain blockchain, secara keseluruhan ini bermanfaat untuk memiliki beberapa exposure kripto.

Profil return bitcoin terbukti kuat dalam decade terakhir, dan generasi millennial mulai mengumpulkan aset kripto dalam rekening jangka panjang mereka. Dalam 10 tahun ke depan, generasi ini akan menjadi populasi dengan pendapatan tertinggi.

Morgan Stanley baru-baru ini memposting sebuah laporan yang menunjukkan lingkungan yang lemah untuk pertumbuhan ekonomi dan inflasi, hasil obligasi yang rendah, pengembalian portofolio yang terdiri dari 60% saham dan 40% obligasi, akan mendapatkan pengembalian tahunan sebesar 2,8% selama 10 tahun berikutnya, level terendah dalam hampir satu abad.10 Mungkin sudah saatnya bagi investor untuk merekonstruksi komposisi portofolio dan menambahkan bitcoin dan aset kripto lainnya untuk meningkatkan pengembalian secara keseluruhan.

Terima kasih,
Tim Tokenomy



Referensi:
  1. Bitcoin White Paper https://bitcoin.org/bitcoin.pdf
  2. Cryptocurrency comparison on com
  3. $100 Trillion by Kyle Samani
  4. Bitcoin Charts https://coinmarketcap.com/currencies/bitcoin/
  5. Bitwise Investor Letter January 2020
  6. Charles Schwab report: Schwab Report: Self-Directed 401(k) Balances Hold Steady
  7. Coindesk Research: Crypto in Context
  8. Blockchain Capital and Harris Poll, “Blockchain Capital Survey Finds Over One-in-Four Millennials Would Prefer Investing in Bitcoin Over Stocks and Bonds,” News release, November 8, 2017.
  9. Bitwise: The Case for Crypto in an Institutional Portfolio [link]
  10. Bloomberg Markets: Morgan Stanley Sees Market Returns Tumbling over the Next 10 Years

Ikuti social media dan website kami untuk mengetahui update terbaru!

Tokenomy Website | Tokenomy Telegram |Tokenomy Twitter |Tokenomy Facebook |Tokenomy Instagram

Ayo bergabung ke dalam Forum Diskusi Grup!

Tokenomy Telegram Group EnglishBahasa Indonesia & 中文 | Tokenomy Reddit

PERINGATAN: Tokenomy tidak menyediakan saran atau nasihat mengenai investasi, finansial, akunting, valuasi, pajak dan legal. Setiap keputusan untuk membeli, menjual atau memperdagangkan Aset Digital apapun dalam menggunakan layanan ini dibuat sepenuhnya oleh Anda, dan Anda bertanggung atas seluruh keputusan tersebut.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: