Tren Kripto Berikutnya: Kemunculan Stablecoin dan Masuknya Stablecoin di Pasar Dolar AS

Ditulis oleh: Christian Hsieh, CEO Tokenomy

Artikel ini menjelaskan tentang permintaan pasar global terhadap dolar AS yang berkelanjutan, kemunculan stablecoin, serta kegunaan dan peluang yang ditawarkan oleh dolar kripto terhadap pasar aset kripto dan pasar tradisional. 

Dolar AS, yang telah mendominasi perdagangan dunia sejak terbentuknya Sistem Bretton Wood pada tahun 1944, secara tegas menjadi mata uang yang paling diminati dunia untuk disimpan. Saat ini, lebih dari 61% bank asing menyimpan Dolar AS, dan hampir 40% hutang di seluruh dunia didenominasi dalam Dolar AS1

Namun, ada ketidakseimbangan penawaran dan permintaan yang cukup besar di pasar dolar AS. Pada sisi penawaran, bank sentral di seluruh dunia telah menerapkan kebijakan moneter akomodatif selama lebih dari satu dekade sejak krisis keuangan global pada tahun 2008. Pandemi COVID-19 semakin menambah tingginya tuntutan terhadap bank sentral dalam menyediakan likuiditas dan tetap menggerakkan perekonomian. Sementara Federal Reserve memimpin upaya “pencetakan uang” dan program-program stimulus, jumlah suplai uang yang beredar masih belum dapat memenuhi permintaan yang tinggi terhadap Dolar AS2. Mari kita tinjau alasan di balik permintaan terhadap dolar yang selalu konstan dan tinggi ini berdasarkan beberapa fundamental ekonomi.

 

Permintaan Terhadap Dolar AS

Pertama, sebagian besar perdagangan dunia didenominasi dalam Dolar AS. Kepala ekonom IMF, Gita Gopinath, telah mengumpulkan data yang menunjukkan bahwa pajak dolar AS dalam faktur, 4,7 kali lebih besar daripada pajak nilai impor di Amerika, dan 3,1 kali lebih besar dari pajak nilai ekspor Amerika3. Dolar AS adalah “mata uang faktur” yang dominan di sebagian besar negara berkembang4.

Preferensi dolar AS juga berdampak langsung pada hutang dunia. Menurut Bank of International Settlements, secara global ada lebih dari $67 triliun hutang yang didenominasi dalam dolar AS, dan pinjaman di luar AS tercatat sebesar $12,5 triliun pada kuartal pertama di tahun 20205. Terdapat permintaan yang besar terhadap dolar AS setiap tahunnya hanya untuk hutang-hutang dalam  AS ini. Permintaan pembelian dolar AS tahunan dengan mudah lebih dari $1 triliun dengan asumsi biaya pinjaman sebesar 1,5% (LIBOR 1 tahun + 1%) per tahun, perkiraan konservatif. 

Kedua, karena A.S. memiliki ekonomi yang jauh lebih kuat dibandingkan dengan negara global lainnya, laba investasi yang lebih tinggi menarik permintaan dollar AS dari berbagai negara di dunia, untuk berinvestasi di perusahaan baik di pasar publik maupun swasta. A.S menjadi tuan rumah pasar saham terbesar di dunia dengan lebih dari $33 triliun kapitalisasi pasar publik (gabungan NYSE dan NASDAQ)6. Dan untuk pasar swasta, total bagian Amerika Utara lebih dari 60% dari $6,5 triliun aset global yang dikelola di seluruh ekuitas swasta, aset riil, dan investasi hutang swasta7. Permintaan akan investasi yang berkualitas lebih tinggi juga meluas ke pasar pendapatan tetap. Karena negara-negara seperti Jepang dan Swiss saat ini memiliki imbal hasil suku bunga yang negatif8, pencarian para investor akan imbal hasil tetap di negara dengan ekonomi berkembang membawa mereka kembali ke pasar hutang A.S.  Sehingga pada Juli 2020, ada sekuritas hutang dengan imbal hasil negatif senilai $15 triliun secara global (lihat grafik). Sebagai perbandingan, yang positif, imbal hasil rendah pasar hutang A.S tetap menjadi strategi pendapatan tetap yang bagus bagi investor konservatif dalam kondisi pasar yang tidak pasti.

Sumber: Bloomberg

Terakhir, banyak negara dengan ekonomi berkembang yang mengalami kegagalan kebijakan moneter, dimana hiperinflasi menjadi bencana nasional yang nyata. Contoh klasiknya adalah Venezuela, di mana mata uang Bolivar menjadi tidak berharga karena tingkat inflasi meroket sebesar 10.000.000% pada tahun 20199. Ledakan pelabuhan Beirut baru-baru ini di Lebanon menyebabkan kehancuran ekonomi secara tiba-tiba dan memperburuk pasar keuangannya yang memang telah bermasalah, di mana inflasi telah melonjak hingga lebih dari 112% dari tahun ke tahun10. Bagi warga yang tinggal di wilayah negara yang tidak stabil seperti negara-negara ini, satu-satunya penyimpanan nilai yang dapat diandalkan adalah dolar AS. Menurut Laporan Geografi Cryptocurrency Chainalysis 2020, Venezuela telah menjadi salah satu negara perdagangan aset kripto yang paling aktif11. Permintaan akan mata uang kripto melonjak karena itu adalah cara agar orang-orang Venezuela dapat memperoleh dolar AS guna menjaga tabungan mereka yang mungkin hilang. Pertumbuhan aktivitas aset kripto di wilayah tersebut didorong oleh warga yang putus asa dan menggunakan aset kripto sebagai jalan untuk mengakses Dolar A.S, selain memperoleh Bitcoin atau aset kripto lain.

 

Kemunculan Dolar Kripto

Karena nilai aset kripto yang sangat fluktuatif, stablecoin USD, sebuah token blockchain kripto yang mematok nilainya ke dolar AS, telah diperkenalkan untuk memberikan eksposur dolar yang stabil di bidang trading kripto. Tether adalah Dolar Kripto yang pertama. Dikeluarkan pada tahun 2014 di blockchain Bitcoin (protokol lapisan Omni), dengan simbol token USDT, memberikan kepada trader mata uang kripto yang memiliki nilai stabil yang dapat digunakan untuk trading dengan berbagai aset kripto lainnya. Alasan di balik pembuatan stablecoin adalah untuk menunjukkan aspek tidak efisien dan menyulitkan dari perpindahan fiat dolar AS antara sistem perbankan lama dan pertukaran kripto. Karena satu USDT secara teoritis bernilai sama dengan satu dolar AS, trader dapat menggunakan USDT untuk trading dan menerima dolar fiat. Hingga akhirnya pada tahun 2017, sebagian besar trader tampaknya menyadari kegunaan dari Tether dan mulai mengadopsinya secara luas. Sehingga pada April 2019, volume perdagangan USDT mulai melebihi volume perdagangan bitcoin12, dan sekarang mendominasi lingkup perdagangan kripto dengan rata-rata volume perdagangan harian lebih dari $50 miliar13.

Aspek yang menarik dari USDT yaitu meskipun adanya klaim dukungan 1:1 dengan jaminan dolar AS dipertanyakan, dan pada kenyataannya perusahaan Tether menjalankan cadangan lain melalui struktur perusahaan yang tidak teregulasi, volume trading serta adopsi Tether terus mengalami peningkatan dan berkembang pesat14. Mungkin jika dibandingkan dengan fiat dolar AS yang tidak begitu didukung oleh apapun, Tether masih memiliki cadangan kas yang nilainya setara dan trader kripto menyukai likuiditas dan kenyamanannya daripada kurangnya legitimasi. Bagi yang mengkhawatirkan solvabilitas Tether, sekarang orang dapat membeli credit default swab untuk perlindungan ketika harga turun15. Di sisi lain, USDC,pesaing yang lebih patuh peraturan, menduduki posisi kedua yang cukup jauh, dengan total sirkulasi koin sebesar $1,8 miliar, melawan USDT sebesar $14,5 miliar (saat publikasi). Saat ini rasanya masih terlalu awal untuk mengetahui siapa yang akan menang di arena stablecoin, karena semakin banyak stablecoin yang diluncurkan untuk menawarkan berbagai fungsi dan mekanisme pendukung. Ada tiga kategori utama stablecoin: stablecoin yang didukung fiat, stablecoin dengan jaminan kripto, dan stablecoin berbasis algoritma tanpa jaminan. Sebagian besar masih dalam tahap percobaan, dan pembaca dapat mempelajarinya lebih lanjut di sini. Dengan adanya inovasi berkelanjutan dari pengembangan stablecoin, maka kegunaan stablecoin yang disediakan di pasar kripto secara keseluruhan akan menjadi lebih jelas.

 

Perkembangan Institusional

Selain untuk jual beli, stablecoin dapat diterapkan di banyak area lainnya. Pembayaran dan pengiriman uang lintas negara adalah pasar yang tidak efisien dan  sangat membutuhkan inovasi. Pada tahun 2020, rata-rata biaya pengiriman uang ke seluruh dunia sekitar 7%16, dan perlu waktu berhari-hari untuk menyelesaikannya. Bank Dunia menargetkan untuk mengurangi biaya pengiriman uang menjadi 3% pada tahun 2030. Dengan penerapan teknologi blockchain, biaya ini dapat berkurang lebih jauh hingga mendekati nol.

J.P. Morgan, bank terbesar di A.S., telah menciptakan jaringan informasi antar bank yang disebut Interbank Information Network (IIN) dengan 416 Institusi global untuk mengubah kecepatan arus pembayaran melalui JPM Coin miliknya, yang merupakan jenis lain dari dolar kripto17. Meskipun orang-orang berpendapat bahwa JPM Coin tidak dianggap sebagai mata uang kripto karena tidak ditradingkan secara terbuka di blockchain publik, ini adalah eksperimen berskala besar dengan semua peserta trading institusional dalam blockchain yang “berizin”. Mungkin lebih akurat untuk merujuknya sebagai penggunaan Distributed Ledger Technology (DLT) daripada “blockchain” dalam konteks ini. Namun meskipun demikian, kita harus ingat bahwa J.P. Morgan saat ini mentransaksikan $6 triliun dolar AS per hari18, skala eksperimen ini akan menciptakan dampak yang cukup besar dalam pasar pembayaran dan pengiriman uang internasional jika berhasil. Nantinya secara potensial akan ada masa ketika bursa kripto akan menjadi peserta IIN, dan aset kripto publik akan bisa terhubung dengan kripto pribadi, sehingga membuka kemungkinan yang lebih besar dalam aplikasi blockchain.

Banyak bank sentral yang sedang berdiskusi untuk mengembangkan central bank digital cureency (CBDC). Meskipun ini bukanlah ide baru, diskusi terkait hal ini akhirnya diangkat karena pengumuman proyek Libra yang agresif dari Facebook pada Juni 2019 dan perhatian publik yang mengikutinya.  Hingga Juli 2020, setidaknya 36 bank sentral telah menerbitkan semacam kerangka CBDC. Walaupun masing-masing negara memiliki motivasi yang sedikit berbeda di balik inisiatif digitalisasi mata uangnya, mulai dari keamanan pembayaran, efisiensi transaksi, implementasi moneter yang mudah, atau inklusi keuangan, bank-bank sentral ini berkomitmen untuk meluncurkan infrastruktur pembayaran digital baru. Jika dikaitkan dalam hal arsitektur teknis, penelitian dari BIS menunjukkan bahwa sebagian besar bukti konsep saat ini cenderung didasarkan pada Distributed Ledger Technology (DLT) atau blockchain berizin19.

Eksperimen institusional ini menjadi dasar penting untuk infrastruktur pembayaran global yang lebih baik, di mana pembayaran lintas negara secara instan dan tanpa gesekan dapat dilakukan dengan biaya minimal. Tentu saja, interoperabilitas token DLT pribadi dan stablecoin blockchain publik belum dieksplorasi, tetapi inovasi dengan upaya blockchain publik dan pribadi pada akhirnya dapat bergabung. Baru-baru ini Gubernur Bank of England menyoroti hal tersebut dengan menyatakan bahwa, “Stablecoin dan CBDC dapat duduk berdampingan20”. Satu hal yang pasti adalah  dolar kripto (atau mata uang digital terkait fiat lainnya) akan memiliki peran penting dalam masa depan perekonomian kita.

 

Peluang di Masa Depan

Tidak pernah ada moment yang tidak menarik dari sektor kripto. Industri ini terus berkembang seiring dengan evolusi inovasi. Sejak dua belas tahun di awal kehadirannya, Bitcoin telah berevolusi dari subjek abstrak menjadi konsep yang familiar. Perannya sebagai penyimpan aset digital yang aman, langka, dan terdesentralisasi terus mendapatkan penerimaan, dan sedang dalam perjalanan untuk menjadi kelas aset investasi sebagai pelindung portofolio terhadap inflasi dan depresiasi mata uang fiat. Stablecoin telah terbukti berguna sebagai dolar proxy di dunia crypto, mirip dengan pentingnya dolar di dunia tradisional. Ini hanya masalah waktu sebelum stablecoin atau token digital pribadi mendominasi pembayaran lintas negara dan industri pengiriman uang global.

Kehebohan dan eksperimen yang menarik partisipan baru dalam ruang kripto memang tidak pernah ada habisnya, seperti smart contract, blockchain baru, ICO, tokenisasi, atau tren terbaru terhadap token DeFi. Proyek-proyek ini menyoroti kemungkinan masa depan digital yang jauh lebih kuat, tetapi pasar juga butuh waktu untuk menguji dan mengadopsinya. Infrastruktur pembayaran digital yang terpercaya harus dibangun terlebih dahulu agar eksperimen ini dapat berkembang.

Dalam artikel ini, telah dibahas mengenai latar belakang sejarah dan alasan ekonomi dolar AS di mendominasi dunia, dan kemungkinan kesimpulan bahwa permintaan dolar AS akan terus berlanjut, terutama di tengah pandemi global yang juga disertai dengan melambatnya perekonomian dunia. Sistem moneter saat ini masih jauh dari sempurna, tapi tidak ada pengganti alternatif yang lebih baik dalam waktu dekat. Peningkatan tambahan sedang dibangun baik di sektor publik dan swasta. Dan stablecoin memiliki peran yang pasti, baik dalam pasar tradisional maupun dunia kripto yang baru.

Terima kasih.


Referensi Bacaan:

[1] How the US dollar became the world’s reserve currency, Investopedia

[2] The dollar is in high demand, prone to dangerous appreciation, The Economist

[3] Dollar dominance in trade and finance, Gita Gopinath

[4] Global trades dependence on dollars, The Economist & IMF working papers

[5] Total credit to non-bank borrowers by currency of denomination, BIS

[6] Biggest stock exchanges in the world, Business Insider

[7] McKinsey Global Private Market Review 2020, McKinsey & Company

[8] Central banks current interest rates, Global Rates

[9] Venezuela hyperinflation hits 10 million percent, CNBC

[10] Lebanon inflation crisis, Reuters

[11] Venezuela cryptocurrency market, Chainalysis

[12] The most used cryptocurrency isn’t Bitcoin, Bloomberg

[13] Trading volume of all crypto assets, coinmarketcap.com

[14] Tether US dollar peg is no longer credible, Forbes

[15] New crypto derivatives let you bet on (or against) Tether’s solvency, Coindesk

[16] Remittance Price Worldwide, The World Bank

[17] Interbank Information Network, J.P. Morgan

[18] Jamie Dimon interview, CBS News

[19] Rise of the central bank digital currency, BIS

[20] Speech by Andrew Bailey, 3 September 2020, Bank of England


Ikuti social media dan website kami untuk mengetahui update terbaru!

Tokenomy Website | Tokenomy Telegram |Tokenomy Twitter |Tokenomy Facebook |Tokenomy Instagram

Ayo bergabung ke dalam Forum Diskusi Grup!

Tokenomy Telegram Group EnglishBahasa Indonesia & 中文 | Tokenomy Reddit

PERINGATAN: Tokenomy tidak menyediakan saran atau nasihat mengenai investasi, finansial, akunting, valuasi, pajak dan legal. Setiap keputusan untuk membeli, menjual atau memperdagangkan Aset Digital apapun dalam menggunakan layanan ini dibuat sepenuhnya oleh Anda, dan Anda bertanggung atas seluruh keputusan tersebut.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: