Peluang Investasi Penghasilan Tetap di Pasar Kripto

Author: Christian Hsieh, CEO of Tokenomy

Makalah ini menyoroti peluang investasi penghasilan tetap di pasar kripto. Kami mengamati beberapa pilihan bunga yang berbeda-beda, dari aktivitas peminjaman aset kripto, baik dalam jaringan tersentral maupun desentral.

Sejarah Peminjaman Aset Kripto 

Sebelum 2017, konsep kredit aset kripto masih awam di dunia kripto. Berinvestasi di kripto seperti berinvestasi komoditas, dimana sumber keuntungan berasal dari nilai komoditas tersebut. Ketika pasar derivatif mulai menawarkan kontrak jual beli kripto dengan pinjaman, penambang Bitcoin menjadi pengguna terbesar pasar derivatif. Seperti produsen komoditas tradisional, penambang menggunakan kontrak derivatif untuk mengunci nilai koin yang sudah mereka tambang, di masa yang akan datang, dan melawan penurunan nilai. Trader profesional dan spekulan juga mulai berjual beli kontrak kripto pada margin untuk menaikkan keuntungan. Pasar derivatif mulai menyisipkan bunga untuk Bitcoin dan Dolar AS, yang kemudian berimbas pada perkembangan pasar peminjaman aset kripto. 

Di tahun 2018, dunia kripto mulai bertransformasi dari pasar yang tadinya dirancang untuk pengguna perseorangan, menjadi pasar yang bisa diakses secarainstitusional. Sejak itu, volume derivatif bertumbuh lebih dari 25x sementara spread penawaran-permintaan jatuh 10x [1] lipat.  Institusi mulai memiliki opsi untuk beroperasi melalui infrastruktur trading yang lebih canggih dan solusi kustodian. Pasar kripto beranjak lebih dewasa dari jaringan denominasi bitcoin yang manual dan mahal, menjadi ekosistem yang sepenuhnya elektronik, efisien biaya, dan berbasis stablecoin

Seperti dunia kripto yang semakin institusional, begitu juga pasar peminjaman. Kegiatan meminjam dan meminjamkan berkembang sangat pesat, menghasilkan pasar penghasilan tetap dari bunga aset kripto seperti Bitcoin, Ethereum, dan stablecoin yang populer seperti Tether dan USDC. Sekarang ini, perusahaan trading dapat mengakses lebih dari 10 milyar Dolar dalam pasar peminjaman [2] stablecoin dan bitcoin, dengan sumber modal baik yang berasal dari retail maupun institusi.

Ilustrasi proses peminjaman aset kripto [3]

Kemunculan Pasar Penghasilan Tetap 

Perkembangan dari pasar peminjaman aset kripto membawa kita pada biaya modal yang lebih efisien, menguntungkan semua partisipan. Trader institusional bisa mengakses spread yang lebih ketat dan investor retail bisa mendapatkan bunga yang lebih tinggi. Apalagi ketika bank tradisional menawarkan bunga simpanan yang mendekati 0, para investor semakin terdorong untuk mencari bunga dari alternatif kelas aset yang lain.

Tingkat CD Rata-rata tahun 1984-2020 [4]

Di beberapa tahun terakhir, terdapat arus masuk modal yang besar dalam ekosistem kripto. Contohnya, firma global peminjaman kripto, Genesis, menyaksikan kenaikan pada pinjaman awalnya hingga 21,2 milyar dolar sejak mulai beroperasi pada Maret 2018. Ukuran rata-rata pinjaman dari institusional kripto berkembang 538% dari 590 ribu dolar hingga 3,2 juta dolar di kuartal ke-4 tahun 2020, dibandingkan dengan kuartal sebelumnya [5]. Nilai total yang dikunci (TVL) di dalam protokol peminjaman yang desentral menambahkan likuidasi sebesar 10 milyar dolar ke dalam ekuasi tersebut [6]. Arus permintaan yang masuk dengan pesat ini semakin menguatkan adanya evolusi yang lebih jauh dalam dunia kripto. 

Bunga USDC: Desember 2017 – Desember 2020 [7]

Platform Pinjaman 

Dengan tingginya permintaan akan pinjaman dan peminjaman, muncullah trend platform-platform pinjaman. Kebanyakan dari platform tersebut menggunakan model bunga tetap dari pinjaman deposit, di mana dana akan diterima dalam jangka waktu tertentu dangan tingkat bunga tertentu. Hal ini merupakan opsi yang sangat baik bagi investor jangka panjang karena mereka bisa mendapatkan bunga selagi menyimpan aset kripto mereka. Terdapat platform pinjaman kustodian dan non kustodian di pasar, dengan bermacam jangka waktu. 

Ada beberapa platform pinjaman global yang telah membangun reputasi yang baik dan tetap memimpin dalam kurva perkembangan. Investor kripto bisa mendapatkan bunga dengan meminjamkan aset mereka ke platform-platform seperti BlockFi, Celsius Network, atau Amber Group.

BlockFi

BlockFi memungkinkan penggunanya untuk mendepositkan koin mereka ke web wallet mereka dan mendapatkan bunga yang sesuai.  Platform ini menawarkan sejumlah aset kripto yang populer, dan bunga deposit hingga 6.0% untuk BTC, 5.25% untuk ETH, dan 8.6% untuk USDC pada waktu makalah ini ditulis [bunga dapat berubah sesuai pergerakan pasar] [8]. Koin tersebut dapat didepositkan dan ditarik kapan saja, dengan pembayaran bunga setiap bulan. Untuk satu kali penarikan tiap bulan, biaya penarikan dikecualikan. BlockFi didukung oleh lembaga pendanaan yang terkenal dan memiliki aset senilai 4,5 milyar dolar. Aset kripto mereka berada di bawah firma Gemini Trust, perilis GUSD yang teregulasi oleh Layanan Finansial New York State Department.

Celsius Network 

Celsius Network merupakan sebuah aplikasi dengan wallet untuk iOS dan Android yang mendukung aset kripto yang bermacam-macam. Selain aset kripto mayor, Celsius juga menawarkan DASH, Stellar, ZCash, Bitcoin Gold, dan banyak lagi. Mereka menawarkan bunga deposit hingga 7.2% untuk  ETH, 6.2% untuk BTC, 13.9% untuk USDC, dan 9.2% untuk UMA pada saat makalah ini dibuat [9]. Pembayaran dibuat berkala setiap bulan dan koin tersebut juga bisa didepositkan dan ditarik kapan pun. Perubahan bunga untuk pinjaman berubah setiap minggu. Sebagai perbandingan, dengan bunga yang ditinggikan, bunga dari token CEL (token milik platform Celsius Network) juga dibayarkan. Hasil audit terbaru di bulan Desember tahun 2020 mengindikasikan platform ini memiliki aset senilai 3,3 juta dolar [10]. Pendanaan mereka diasuransikan dengan BitGo – perusahaan asuransi teregulasi di bawah pengawasan Divisi Perbankan di Dakota Selatan.

Amber Group

Amber didirikan tahun 2017 oleh sebuah tim yang dulunya adalah trader institusional dari Morgan Stanley. Berpusat di Hong Kong, perusahaan ini beroperasi di seluruh dunia dengan kantor lainnya di Taipei, Seoul, dan Vancouver. Amber menyediakan produk bunga tetap kepada pelanggan institusional, peningkatan bunga bagi hasil, dan perangkat manajemen resiko. Amber saat ini melayani lebih dari 200 pelanggan institusional dan terdaftar di bawah US FinCen dan Canada FINTRAC. Spesialisasi Amber adalah penawaran produk investasi yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan dengan APR hingga 16%, jadwal penebusan yang fleksibel, dan fungsi  cross-margin untuk efisiensi modal [11]. Dana didukung keamanannya oleh Fireblocks dan Bitgo. 

Seiring meningkatnya permintaan, banyak pemain baru yang memasuki dunia pinjaman kripto. Kami melihat di masa mendatang bank tradisional akan menjadi pesaing yang kuat. 

Perbandingan Tingkat Bunga [Sumber: Messari.com]

 

Memasuki DeFi – Cara yang Inovatif untuk Mendapatkan Bunga

DeFi atau Decentralized Finance menggunakan smart contract di atas jaringan blockchain (biasanya jarigan Ethereum) untuk meniadakan fungsi pihak ketiga dari sistem finansial tradisional seperti bank, broker, atau bursa. DeFi memungkinkan siapapun di dunia ini untuk mengakses layanan finansial selama mereka memiliki smartphone yang terhubung ke internet.  Aplikasi DeFi menawarkan layanan peminjaman dana, mengambil pinjaman, memasukkan dana ke liquidity pool, atau menukar produk finansial yang kompleks, semua hal itu dapat dilakukan tanpa ijin dari pihak manapun atau membuka rekening di manapun. Meskipun masih merupakan konsep yang baru, protokol DeFi menawarkan cara inovatif bagi investor kritpo untuk mendapatkan penghasilan bunga dari bermacam sumber.

Bunga dapat dihasilkan melalui beberapa protokol DeFi yang populer:

Liquidity Mining

Salah satu aplikasi awal DeFi adalah bursa desentral (DEX). DEX dibuat untuk memungkinkan penukaran aset kripto otomatis, secara peer-to-peer dan tanpa kustodian. Agar sebuah DEX dapat berfungsi dengan efektif, diperlukan likuiditas yang memadai. Partisipan dalam pasar ini dapat mendepositkan sejumlah aset kripto ke dalam sebuah liquidity pool, dan mendapatkan porsi biaya trading sekaligus token platform sebagai gantinya. Proses memperoleh token platform untuk likuidasi ini disebut liquidity mining. Market maker yang otomatis ialah smart contract yang menyediakan liquidity pool bagi investor untuk mendepositkan kripto mereka di bursa secara gratis. Contoh penyedia  liquidity pool yang populer adalah Uniswap, Balancer, Curve, atau Kyber Network [12]. 

Yield farming

Aplikasi DeFi lainnya yang populer adalah peminjaman desentral, di mana pemberi pinjaman mendapatkan bunga dengan mendepositkan aset kriptonya, dan peminjam akan membayar bunga pinjaman untuk dana pinjaman yang mereka ambil. Pada dasarnya, semua protokol membutuhkan sumber dana yang baru, maka mereka menyediakan bunga yang tinggi untuk menarik pemberi pinjaman aset kripto. Mendapatkan penghasilan dari bunga dari deposit dinamakan yield farming. Seorang “yield farmer” yang cerdas akan menggunakan berbagai protokol untuk memaksimalkan potensi pendapatan mereka. Sebagai contoh, seorang yield farmer mendepositkan sejumlah USDC pada sebuah protokol peminjaman DeFi, dan meminjam sejumlah USDT. USDT tersebut kemudian dapat didepositkan lagi ke protokol DeFi lainnya untuk mendapatkan imbalan lainnya. Inilah esensi dari yield farming. Istilah yield farming dan liquidity mining terkadang tertukar penggunaannya, karena beberapa protokol menghadiahkan token platform mereka (yang juga dikenal dengan “governance token”) selain bunga yang mereka bayarkan kepada pemberi deposit, sebagai insentif penyediaan likuiditas yang lebih banyak. 

Meskipun saat ini mencari bunga di dunia DeFi masih manual, nantinya akan menjadi semakin otomatis. Tren ini akan diawali dengan adanya algoritma yang secara otomatis membantu para yield farmer untuk mencari protokol dengan bunga tertinggi. Salah satu contohnya adalah Yearn Finance [13]. 

Platform Peminjaman  Defi [14]

Staking

Dalam jaringan blockchain, ada protokol yang mengoperasikan mekanisme Proof-of-Stake (PoS) untuk memfasilitasi konsensus dan menjaga jaringan tetap desentral dengan cara yang lebih hemat energi dibandingkan algoritma konsensus bitcoin yang Proof-of-Work (PoW). Stakeholder dari protokol PoS ini hanya perlu menyimpan (atau “stake”) token dari protokol tersebut di wallet aset kripto untuk mempertahankan operasional dan keamanan protokol, dan sebagai gantinya, mereka akan menerima bunga berupa tambahan token platform tersebut. 

Mengatur beberapa protokol PoS sekaligus akan sangat merepotkan bagi investor pasif. Ada juga entitas seperti Staked (staked.us) yang memungkinkan penggunanya untuk mengunci aset mereka di wallet mereka sendiri dan mendapatkan bunga dari 30 lebih protokol yang membayarkan bunga rata-rata di angka belasan. Popularitas Proof-of-Stake secara stabil meningkat dan kini menguasai hampir 15% dari total pasar aset kripto. Nama PoS terpopuler seperti Ethereum2.0, Polkadot, Cardano, Tezos, Cosmos, dan lain-lain, telah membawa perkembangan di dunia kripto di tahun 2020 [15].

Semua protokol DeFi menawarkan layanan yang berbeda-beda di dalam ekosistemnya, namun fokus mereka pada penghasilan dari bunga deposit, menjadi satu benang merah yang menyatukan mereka semua. Selain menguntungkan, bunga bisa berubah-ubah dan naik-turun, terutama di ekosistem yang masih relatif muda dan berkembang. Resiko smart contract, resiko cybersecurity, dan resiko teknologi masih ada sampai sekarang tetapi semakin berkurang seiring berjalannya waktu dan berkembangnya infrastruktur. Investor yang cerdas akan mengukur paparan investasi mereka pada protokol ini secara bertahap untuk mengumpulkan keuntungan dari waktu ke waktu. 

Latar Belakang Ekonomi Makro Menopang Penelitian Kripto 

Tahun 2020 merupakan tahun krisis global COVID-19, para investor menjadi hati-hati dengan portofolio tradisional mereka. Dengan prediksi ekonomi yang suram, kebijakan bunga yang semakin rendah, dan stimuli pemerintahan yang menyetir ekspektasi akan inflasi, pasar penghasilan tetap pasif tidak lagi dapat menyediakan keuntungan sebanyak sebelumnya.  Pasar pendapatan tetap pasif senilai 128 triliun dolar (di mana 18 triliun nya negatif) sepertinya perlu merelokasikan modal mereka untuk mengoptimalkan keuntungan investasi. Seperti pandangan Ray Dalio tentang Bitcoin, “paradigma baru yang saat ini ada, dengan banyaknya obligasi pemerintah yang tidak lagi bisa menawarkan keuntungan yang sama, atau diversifikasi karakteristik dan aset kripto, menghadapi resiko depresiasi yang lebih besar, yang mungkin mendorong perkembangan dari penyimpanan nilai alternatif lebih cepat daripada jika kasus seperti ini tidak terjadi.” [16]

Hutang bunga yang negatif meningkat [17]

Investor institusional sudah mengalokasikan aset mereka ke Bitcoin, menjadikannya nilai simpan digital untuk mengantisipasi deviasi kurs fiat dan inflasi harga aset. Tren ini kemungkinan akan berimbas pada naiknya harga Bitcoin. Hanyalah soal waktu untuk  para investor ini mulai memanfaatkan pasar pendapatan pasif kripto dan memfasilitasi perkembangan lebih lanjutnya agar menjadi lebih matang dan dinamis dalam pasar finansial. Apalagi jika muncul inisiatif stablecoin yang teregulasi dan CBDC oleh pemerintah di seluruh dunia, maka proses ini bisa dipercepat. Bank tradisional juga mungkin akan mulai mengembangkan kompetensinya untuk menggarap kustodian aset kripto dan menyediakan layanan trading dan peminjaman di masa mendatang. 

Kesimpulan

Memilih platform yang tepat dengan memahami nuansa setiap penawarannya sangatlah penting untuk keberhasilan investasi. Dengan infrastruktur teknologi yang dipercepat dan bidang terkait yang mendukung, pasar pendapatan pasif kripto akan berkembang dalam dekade berikutnya. 

Tim Tokenomy sangat bersemangat tentang prospek pasar pendapatan pasif kripto ini dan telah membangun platform manajemen aset kripto yang mudah digunakan untuk membantu para investor mendapatkan paparan seputar kelas aset yang unik ini. Melalui Tokenomy Earn, investor dapat mengakses bermacam peluang pendapatan bunga yang disediakan para pemberi pinjaman, penyedia bunga, dan partner kustodian, tanpa harus membuat banyak akun di banyak platform yang berbeda. Pengguna dapat dengan mudah mengatur aset mereka dan menyesuaikan alokasi portofolio dari deposit tetap ke proyek staking dalam satu tempat, dengan cara yang aman.   

Referensi:

[1] Crypto Market Structure 3.0, Arjun Balaji, October 2020
[2]
Interest income and lending are bitcoin’s killer apps, Forbes, May 2020
[3]
Crypto Lending, P2P Lending
[4] Historical CD Interest Rates, Bankrate, Jan 2020
[5] Digital Asset Market Report, Genesis, Q4 2020
[6] Total Value Locked in DeFi Lending, DeFi Pulse
[7] USDC Rates, LoanScan, Jan 2021
[8] Interest Rates, BlockFi, Jan 2021
[9] Celsius Network
[10] Audit Confirms Celsius Has $3.3B in Assets, The Chain Bulletin, December 2020
[11] Amber Group
[12] Top 10 Liquidity Pool Providers in 2020, CoinMarketCap, August 2020
[13] Yield Farming Ranking, CoinMarketCap, January 2021
[14] Guide to Decentralized Lending and Borrowing Protocols, Coinjoker, October 2020
[15] Proof-of-Stake Was Bigger Than ETH 2.0 in 2020, Coindesk, December 2020
[16] What I Think of Bitcoin, Ray Dalio, January 2021
[17] World’s Negative Yielding Debt Pile Hits $18 Trillion Record, Bloomberg, December 2020

 

Disclaimer: Tokenomy tidak menyediakan nasihat investasi, keuangan, akunting, pajak atau apapun. Segala keputusan beli, jual, aset digital menggunakan servis tersebut adalah keputusan Anda dan Anda sangat bertanggung jawab atas keputusan ini.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: