Cara Membaca Grafik Bitcoin yang Benar untuk Pemula

Sudah tahu bagaimana cara membaca grafik bitcoin yang benar? Jika belum, yuk, simak panduan lengkapnya berikut ini!

Bitcoin tergolong uang digital yang mudah Anda tukar menjadi mata uang fiat seperti Rupiah dan Dolar. Karena itu popularitasnya cukup tinggi di pasar cryptocurrency Indonesia. Namun, melakukan trading bitcoin tentu memiliki risiko tinggi jika Anda tidak memiliki pengetahuan memadai. Untuk meminimalisir risiko ini, berikut ulasan lengkap cara membaca grafik bitcoin untuk pemula!

Apa Itu Bitcoin?

Sederhananya, bitcoin merupakan salah satu bentuk cryptocurrency atau mata uang kripto. Uang digital yang terdesentralisasi ini mulai muncul sejak Januari 2009 berdasarkan gagasan seseorang dengan nama alias Satoshi Nakamoto. Karena bentuknya digital, Anda tidak akan mendapatkan keping bitcoin fisik jika membelinya. Hanya ada nominal saldo yang tersimpan dalam buku besar terenkripsi.

Uang digital ini memiliki fluktuasi harga tinggi sehingga nilainya bisa berubah dengan cepat. Oleh sebab itu, Anda harus cermat mengikuti pergerakan grafik bitcoin agar bisa menentukan waktu yang tepat untuk menjual, menahan, atau membeli. Nah, kali ini, kita akan secara khusus membahas mengenai metode grafik candlestick.

Komponen Grafik Bitcoin

Pada grafik candlestick, Anda akan melihat bentuk seperti lilin yang menunjukkan harga kripto dalam satu periode perdagangan. Satu periode perdagangan sendiri bisa merujuk pada 1 menit, 15 menit, 1 jam, 24 jam, dan lainnya. Ada dua jenis candlestick yang akan Anda lihat, yakni warna merah dan hijau.

Candlestick hijau dikenal dengan sebutan bullish candle, muncul ketika harga akhir bitcoin lebih mahal dari harga awalnya. Sementara candlestick merah dikenal sebagai bearish candle, ketika harga awal lebih tinggi dari harga akhirnya. Lalu, di setiap candlestick ada empat komponen utama yang bisa Anda temukan, yaitu:

  • Open: harga awal aset ketika perdagangan mulai di satu periode.
  • Close: harga akhir aset ketika perdagangan berakhir di satu periode.
  • High: harga tertinggi aset  dalam periode tertentu.
  • Low: harga terendah aset  dalam periode tertentu.

Cara Membaca Grafik Bitcoin

Ada banyak pola yang bisa Anda lihat pada grafik bitcoin candlestick. Tiga di antaranya adalah Doji, Hammer dan Shooting Star. Setiap pola menunjukkan situasi pasar yang berbeda, sehingga Anda harus cermat menganalisanya. Berikut cara membaca grafik bitcoin sesuai dengan pola candlestick yang muncul:

  1. Doji

    Pertama, ada pola Doji yang menunjukkan bahwa investor ragu dengan harga pasar. Ini ditandai dengan bentuk sumbu yang sama panjang di bagian atas dan bawah, tetapi tubuh grafik sangat tipis. Formasi ini paling sering terlihat pada chart trading, yaitu ketika kekuatan penjual dan pembeli seimbang.
  2. Hammer
    Selanjutnya, ada pola hammer yang hanya memiliki sedikit atau bahkan tidak ada bayang sama sekali di bagian atas. Sementara bayangan bawahnya bisa 2-3 kali lebih panjang dari tubuh candle. Tidak hanya itu, pada pola ini harga aset ditutup pada posisi seperempat kisaran tubuh lilin. Pola hammer biasanya menunjukkan kemungkinan terjadinya bullish reversal. Artinya, harga akan segera berbalik arah dari downtrend menuju uptrend alias naik dengan pesat. Selain itu, pola ini juga kerap muncul ketika ada pembeli kuat yang masuk ke pasar bitcoin. Namun, penjual mengambil kendali dan menurunkan harga sehingga terjadi momentum buyback. Saat inilah harga penutupan akan menjadi lebih tinggi dari harga pembukaan.
  3. Shooting Star
    Berbanding terbalik dengan pola hammer, apabila Anda melihat pola shooting star menandakan harga aset akan segera turun. Ini ditandai dengan bentuk candle yang memiliki sedikit atau bahkan tidak ada bayangan low. Namun, bayangan high ukurannya bisa 2-3 kali dari tubuh candle. Tidak hanya itu, terlihat harga akhir berada di kuartal terbawah nilai aset.
    Pola ini menandakan bahwa pembeli tengah mengambil alih pasar sehingga nilai aset terdorong naik. Namun, tekanan jual yang terlalu besar membuat pasar kewalahan sehingga nilai aset menurun di sebelum penutupan suatu periode.

Ingin coba mengaplikasikan pengetahuan ini secara langsung? Anda bisa coba melakukan investasi Bitcoin jangka panjang melalui situs Tokenomy. Langkahnya mudah, Anda hanya perlu mengisi data diri dan melakukan proses verifikasi identitas. Setelah itu, akun bisa langsung digunakan untuk kegiatan investasi. Yuk, segera daftarkan dirimu di Tokenomy!

Anda mungkin juga menyukai

%d bloggers like this: