Apa itu Bitcoin Mining?

apa itu bitcoin mining

Dari berbagai cara yang ada dalam mendapatkan Bitcoin, mining atau melakukan penambangan merupakan salah satu cara yang tersedia. Apa itu mining dan apakah prosesnya mirip dengan konsep penambangan emas? Simak penjelasannya di dalam artikel ini!

Apa itu Bitcoin Mining?

Mining merupakan satu dari dua komponen dasar yang menjamin sistem dari blockchain milik Bitcoin itu sendiri. Dalam penjelasan yang lebih sederhana, hal ini dapat dilihat sebagai proses yang membangun keseluruhan sistem blockchain ini dengan membuat block baru dan menyambungkannya dengan keseluruhan block yang ada sebelumnya. Komponen lainnya adalah nodes yang mencatat semua data transaksi dan sebagai sistem verifikasi dari transaksi terbaru yang dilakukan seseorang di dalam rangkaian blockchain milik Bitcoin. 

Miners, atau penambang, memerlukan modal untuk membuat block baru di mana sebuah transaksi akan dicatat di dalamnya dengan menyelesaikan persamaan matematika yang rumit untuk kemudian mendapatkan hadiah berupa sejumlah Bitcoin. Berbeda dengan konotasi umum dari istilah ‘penambangan’ itu sendiri, Bitcoin mining merupakan proses yang dilakukan dengan sistem komputerisasi yang mengkonfirmasi setiap transaksi dalam blockchain milik Bitcoin. Transaksi ini diproses oleh para miners melalui algoritma hashing, sebuah fungsi cryptographic yang diciptakan oleh National Security Agency (NSA) milik Amerika Serikat. Algoritma ini digunakan untuk menjamin semua transaksi dan merupakan komponen utama dari proses mining. Pada dasarnya, semua miners di dunia menjalankan ratusan hingga ribuan komputer untuk menghasilkan ratusan hingga jutaan hashes di dalam blockchain karena transaksi hanya dapat dikonfirmasi setelah mereka berhasil memvalidasi hash yang akhirnya menghasilkan block baru di dalam sistem. Setelah block telah diterima oleh seluruh sistem Bitcoin dan transaksi telah terkonfirmasi di dalam block tersebut, barulah para miners mendapatkan koin BTC (Bitcoin) sebagai hadiahnya.

Keseluruhan sistem yang bekerja untuk miners tersebut membutuhkan modal listrik, waktu, dan juga berbagai macam perangkat keras dan lunak untuk menambang Bitcoin. Dalam sistem mekanisme proof-of-work inilah yang menjamin bagaimana sistem blockchain berjalan. Dengan banyaknya para miners yang ada di dalam sistem dan juga banyaknya sumber energi komputasi dalam prosesnya, serangan hacker juga mustahil dilakukan terhadap sistem Bitcoin.

Apa Saja Kegiatan Miners?

  1. Konfirmasi Transaksi

    Menyelesaikan persamaan komputasi dalam sistem blockchain yang sudah dijelaskan di atas dan menciptakan block baru di dalam sistem merupakan sebuah cara untuk melakukan konfirmasi transaksi. Ketika sebagian Bitcoin dikirim dari satu alamat ke alamat lainnya, sebuah transaksi dilakukan dan disiarkan ke dalam keseluruhan network dari sistem blockchain Bitcoin dan menunggu untuk dikonfirmasi. Ketika block baru sudah tersedia, sistem akan memasukkan sebanyak-banyaknya transaksi ke dalamnya hingga block tersebut diterima oleh nodes yang ada di seluruh dunia sebagai bentuk verifikasi hingga semua transaksi terkonfirmasi.
    Block dalam Bitcoin memiliki kapasitas yang terbatas, artinya hanya sebagian transaksi dapat dikonfirmasi di dalam setiap block. Setiap block yang dibuat dan digabungkan dalam keseluruhan sistem blockchain setelah itu akan dianggap sebagai konfirmasi tambahan dari semua transaksi yang sudah dikonfirmasi sebelumnya. Setiap transaksi dan jasa yang menerima Bitcoin sebagai pembayaran biasanya membutuhkan konfirmasi hingga 6 kali sebelum mereka menganggap transaksi tersebut sebagai ‘aman’.

  2. Menjamin sistem Blockchain

    Energi yang digunakan oleh para miners sebagai sumber daya yang dipakai untuk menyelesaikan persamaan komputasi untuk membentuk block baru tadi akan diukur dalam satuan hashpower. Sebagai hasilnya, hashpower tersebut juga menjadi modal energi yang akan menjamin keamanan rangkaian sistem blockchain milik Bitcoin setiap saat.
    Untuk menyerang keamanan sistem Bitcoin sendiri, seseorang harus melakukan sebuah transaksi yang sama dua kali sehingga transaksi pertama akan dianggap tidak dianggap sah dan merusak nilai serta reputasi Bitcoin sebagai sistem pembayaran yang dapat diandalkan. Ketika transaksi diurutkan ke dalam block yang telah diterima oleh keseluruhan sistem, hal itu mencegah seorang user untuk menggunakan satu Bitcoin yang sama lebih dari sekali. Dengan adanya sistem tersebut, block yang dihasilkan para miner secara tidak langsung menyelesaikan masalah atau kemungkinan adanya transaksi yang terjadi dua kali sehingga sistem Bitcoin tetap aman.

  3. Membuat koin BTC baru

    Seperti yang kita tahu, jumlah Bitcoin yang tersedia sangatlah terbatas yakni hanya 21 juta koin. Saat ini, jumlah koin yang terjadi di pasaran belumlah mencakup semua BTC yang ada. Untuk itu, penambangan atau mining Bitcoin merupakan salah satu cara untuk membuat koin baru. Pencipta Bitcoin, Satoshi Nakamoto, sengaja mendesain Bitcoin untuk dilepaskan dalam rasio yang mudah diprediksi dengan adanya mekanisme block reward. Setiap 210.000 block yang ada, reward yang diberikan kepada para miners akan dikurangi separuh dari rasio hadiah sebelumnya. Mekanisme pengurangan rasio reward tersebut disebut halving.

Bagaimana Cara Memulai Mining Bitcoin

Mining Bitcoin telah berubah dari yang sebelumnya merupakan pekerjaan hobi yang membutuhkan energi komputasi menjadi industri yang menghasilkan dan memerlukan peralatan komputasi canggih agar dapat terus menghasilkan hasil yang besar. Sebelum adanya ASICs pada tahun 2013, komputer biasa pada umumnya dapat melakukan mining Bitcoin dan menghasilkan koin.

Dengan tingkat kesusahan yang terus meningkat, energi yang dibutuhkan seorang miner untuk membuat block baru teruslah meningkat seiring berjalannya waktu. Untuk sekarang, kegiatan mining Bitcoin berada di level dimana miners dengan komputasi biasa akan susah untuk berkompetisi dengan para miners dengan peralatan yang lebih canggih. Untuk itu, apabila Anda tertarik untuk melakukan mining Bitcoin, Anda haruslah memiliki modal komputasi yang canggih dan juga daya listrik yang besar untuk memulainya. Terutama apabila Anda merupakan miner individual, akan lebih susah untuk bersaing karena kebanyakan pemain lama sudah tergabung dalam pool miners atau sebuah perkumpulan miner.

Apa itu Mining Pool?

Network Bitcoin bertujuan untuk menciptakan block baru setiap 10 menit, yang mana berarti seorang miner yang beruntung akan mendapatkan hadiah secara konsisten secara waktu. Namun, kenyataannya seorang miner membutuhkan waktu yang cukup banyak untuk melakukan hal tersebut. Untuk itulah mining pools dibuat.

Mining Pool merupakan kombinasi ataupun kumpulan sistem komputasi dari berbagai miners yang nantinya menggunakan sistem pembagian hasil dari setiap block rewards yang didapatkan kepada setiap anggotanya berdasarkan perhitungan kontribusi. Salah satu keuntungan dalam bergabung di dalam mining pools adalah jumlah rewards yang lebih pasti. Terutama untuk seorang miner individual dengan sistem komputasi dan energi yang tidak terlalu besar, bergabung dalam mining pools akan membuat kegiatan penambangan lebih menguntungkan. Biasanya miner yang tidak tergabung dalam pool merupakan sebuah perusahaan yang sudah memiliki modal energi dan sistem komputasi yang lebih besar.

Anda mungkin juga menyukai

%d blogger menyukai ini: