Apa itu Leverage dalam Trading Crypto?

Apa itu Leverage dalam Trading Crypto?

Bagi para investor, contracts for Difference (CFD) hadir sebagai opsi variasi trading di pasar global yang berbeda. Salah satu metode CFD yang banyak diterapkan oleh para trader adalah leverage.Ā 

Leverage dalam trading crypto dianggap sebagai peluang terbaik untuk melipatgandakan profit. Kendati demikian, leverage tetap tidak lepas dari risiko kerugian. Melalui artikel ini, kami akan menjelaskan tentang apa itu leverage dalam trading crypto serta cara kerjanya.Ā 

Apa Itu Leverage?

Leverage merupakan suatu strategi di mana investor akan menggunakan modal pinjaman atau utang guna meningkatkan potensi pengembalian dari investasi mereka. Langkah ini bertujuan untuk melipatgandakan potensi keuntungan yang diperoleh dari suatu perdagangan kripto. Akan tetapi, leverage juga membuat risiko kerugian meningkat apabila pergerakan harga pasar tidak sesuai dengan prediksi.

Apa Itu Leverage Dalam Trading?

Leverage dalam trading terjadi ketika ada trader yang meningkatkan posisi investasi mereka. Biasanya mereka akan menggunakan berbagai instrumen trading, seperti kontrak future, kontrak option, hingga akun margin. Leverage dalam trading ini bertujuan untuk meningkatkan return atau pengembalian yang mereka peroleh nantinya.

Apa itu Leverage Ratio?

Leverage ratio merupakan suatu strategi membandingkan antara modal awal dari trader dengan nilai aset yang diperoleh setelah menggunakan leverage. Dibawah ini adalah dua contoh tingkatan leverage ratio yang biasa ditawarkan oleh broker untuk para investor.

  1. Leverage 1:100

    Tingkatan leverage ratio ini diperuntukkan pada tiap dana yang Anda miliki. Singkatnya, Anda bisa melakukan trading aset hingga nilainya mencapai $100 dengan modal 1$.

  2. Leverage 1:3000

    Dalam rasio 1:3000, artinya Anda bisa melakukan trading aset yang nilainya mencapai $3000 dengan modal $1. Leverage besar dalam crypto ini akan sangat menguntungkan bagi Anda yang memiliki modal kecil.

Bagaimana Cara Kerja Leverage Dalam Trading?

Sebagai contoh, ketika Anda tertarik untuk membeli aset bitcoin di exchange crypto atau broker karena melihat peluangnya yang luar biasa. Namun, dana yang Anda miliki saat ini hanya sebesar $1000 saja. Padahal bitcoin yang Anda inginkan bernilai lebih dari $1000.

Solusinya, Anda bisa meminjam dana sebesar $9000 dari exchange atau broker yang bersangkutan. Dengan begitu, Anda kini memiliki dana $10.000 yang tentunya dapat digunakan untuk trading crypto sesuai jumlah eksposur yang diinginkan.

Bila dilihat dari sisi leverage ratio, artinya dengan modal awal hanya $1000, Anda tetap dapat membeli aset bitcoin senilai $10.000. Artinya, leverage ratio dari strategi yang Anda lakukan memiliki nilai 10x atau 1:10.

Kendati demikian, strategi ini memiliki tingkat risiko yang cukup tinggi. Misalnya ketika harga bitcoin bergerak senilai $10. Karena Anda melakukan trading di leverage 10x, pergerakan tersebut akan memiliki nilai $100. Sederhananya, Anda akan memperoleh dampak sebesar 10 kali lipatnya dari pergerakan tersebut, baik saat harga aset sedang naik atau turun

Namun, tak perlu khawatir. Bila menerapkan strategi ini dengan hati-hati dan menyiapkan perencanaan yang matang, bukan tidak mungkin Anda bisa memperoleh keuntungan yang besar. Kuncinya adalah mempelajari dan memahami teknologi aset crypto, beserta dengan tips dan trik trading-nya.

Kapan saat yang tepat untuk menggunakan Leverage Trading?

Leverage menawarkan opsi praktis ketika Anda tidak memiliki cukup dana untuk membeli ekuitas bernilai besar. Bahkan untuk aset yang nilainya bisa mencapai $50.000 di pasar crypto.

Misalnya ketika Anda ingin membeli bitcoin sebesar $500, tetapi Anda hanya punya $100. Di saat inilah Anda bisa menggunakan leverage dengan pilihan sistem sebagai berikut.

Contoh 1:

  • Leverage 5X: $100 x 5 = $500. Jadi, Anda bisa membeli bitcoin senilai $500 hanya dengan $100.
  • Leverage 10X: $100 x 10 = $1.000. Jadi, Anda bisa membeli bitcoin senilai $1.000 hanya dengan $100.

Anda juga dapat menggunakan leverage yang lebih tinggi untuk membeli bitcoin dengan modal lebih sedikit.

Contoh 2:

  • $100 dengan leverage 10X: $100 x 10 = $1.000
  • $50 dengan leverage 20X: $50 x 20 = $1.000

Mengapa tidak menggunakan leverage yang lebih tinggi dan membayar lebih sedikit margin? Jika harga bitcoin naik seperti yang diharapkan, artinya Anda bisa memperoleh keuntungan yang sangat tinggi. Namun sebaliknya, bila harga bitcoin anjlok, semua uang di akun Anda akan hilang akibat likuidasi. Padahal kalau tidak menggunakan leverage dalam trading, bahkan ketika harga saham anjlok dari $100 menjadi $1, Anda masih tetap bisa mendapatkan kembali $1 tersebut dengan menjual bitcoin atau menahannya.

Dalam perdagangan dengan leverage, ketika margin Anda turun ke ambang margin pemeliharaan, perdagangan Anda akan memperoleh margin call atau dilikuidasi. Untuk menghindari likuidasi, Anda dapat menggunakan leverage yang lebih rendah. Karena semakin rendah leverage, semakin tinggi jumlah margin yang dibutuhkan. Jumlah buffer dari likuidasinya juga akan semakin banyak.

Bisa dibilang leverage adalah pedang bermata dua. Di satu sisi, leverage dapat membantu meningkatkan investasi Anda. Namun, risiko kerugiannya pun juga cukup tinggi. Penggunaan leverage bisa memuaskan bila pergerakan pasar seperti yang diharapkan. Namun jika yang terjadi kebalikannya, Anda harus bersiap dengan potensi kerugian dalam jumlah yang tidak sedikit.

Apa perbedaan Spot trading dengan Leverage trading?

Spot trading merupakan aktivitas yang mengacu pada jual-beli aset trading, seperti instrumen keuangan, mata uang asing, komoditas, atau crypto secara instan pada waktu tertentu.

Umumnya, penyelesaian transaksi spot trading dilakukan dengan sistem T+2 (trade date plus 2 days). Artinya, penyerahan aset antara penjual dan pembeli harus diselesaikan paling lama dua hari kerja setelah terjadinya transaksi. Sistem ini diterapkan guna mengejar perubahan harga di pasar spot yang selalu terjadi dengan sangat cepat.

Hal ini berbeda dengan leverage trading. Di mana trader dapat lebih dulu meminjam dana dengan nilai tertentu dari broker terlebih dahulu guna meningkatkan modal ketika melakukan trading. Modal pinjaman inilah yang digunakan untuk membeli sejumlah aset dalam trading tersebut.

Anda mungkin juga menyukai

%d blogger menyukai ini: