Apa itu Sandwich Generation? Yuk, Kenalan!

sandwich generation

Sandwich generation itu apa sih? Mungkin Anda sudah sering mendengar istilah ini di berbagai media daring. Meskipun diambil dari nama makanan, istilah ini sebenarnya mengacu kepada kondisi finansial.

Namun, siapa mereka? Apa ciri-cirinya? Apakah Anda juga termasuk?

Temukan jawaban dan pembahasannya secara lengkap dalam uraian berikut ini!

Apa yang Dimaksud dengan Sandwich Generation?

Namanya terdengar unik dan lucu. Namun, istilah ini ternyata memiliki makna yang berkaitan dengan kondisi finansial seseorang.

Sandwich generation adalah sebutan untuk mereka yang secara keuangan terhimpit antara dua generasi yang berbeda. Mereka yang termasuk generasi ini harus memenuhi kebutuhan finansial generasi di atasnya (orangtua atau kakek/nenek) dan juga generasi di bawah mereka (anak atau keturunan lain).

Sama seperti roti sandwich, generasi ini seperti daging dan sayuran yang dihimpit dua lapis roti.

Dari penjelasan ini, bisakah Anda sudah bisa mengidentifikasi diri sendiri? Apakah Anda termasuk dalam sandwich generation ini?

Jenis-Jenis Generasi Sandwich

Ternyata, sandwich generation bisa dibedakan dalam beberapa jenis. Ini penjelasan lengkapnya.

Generasi Sandwich Tradisional

Kelompok ini berisi mereka yang harus menanggung kebutuhan orang tua usia lanjut yang tidak lagi bekerja secara produktif. Selain itu, generasi kelompok ini juga harus menanggung finansial anak-anak yang belum atau tidak bekerja meskipun sudah memasuki usia produktif. 

Oleh karena itu, kelompok ini biasanya berusia 40-an hingga 50-an.

Generasi Club Sandwich

Kelompok kedua adalah mereka yang berusia 30-an hingga 60-an. Kebutuhan anak dan juga orang tua harus ditanggung oleh generasi sandwich kelompok ini. Mereka juga harus menanggung kebutuhan finansial nenek/kakek jika masih hidup dan atau cucu jika sudah punya.

Beban keuangan generasi club sandwich lebih berat dibandingkan kelompok sebelumnya karena mereka harus menanggung kebutuhan 3 hingga 4 generasi.

Generasi Open-Faced Sandwich

Kelompok yang terakhir tidak berpatokkan pada usia atau relasi. Kelompok ini mengacu kepada mereka yang terlibat dalam perawatan generasi lanjut usia.

 

5 Tips Mengatur Keuangan untuk Sandwich Generation

Anda sudah mengenal tentang siapa sandwich generation dan juga tipe-tipenya.

Anda yang termasuk generasi sandwich memiliki tantangan lebih besar dalam mengatur keuangan. Ini karena tidak hanya kebutuhan diri sendiri, Anda juga bertanggung jawab atas generasi di atas maupun di bawah Anda.

Generasi sandwich juga cenderung bekerja lebih keras atau lebih lama demi mendapatkan uang yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tanggungan.

Bagaimana agar sandwich generation dapat mengatur keuangan dengan efektif? Berikut beberapa tips yang bisa kami berikan.

1. Pastikan bahwa Anda Memiliki Cash Flow yang Positif

Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah arus kas keuangan. Pastikan pengeluaran Anda lebih kecil daripada pemasukan Anda. 

Jika saat ini pemasukan Anda belum mencukupi kebutuhan Anda dan tanggungan, saatnya perlu mencari pekerjaan atau bisnis sampingan. Bisnis atau pekerjaan tambahan memang melelahkan. Akan tetapi, pemasukan Anda akan bertambah.

Di samping itu, Anda juga perlu menekan pengeluaran untuk berhemat. Jangan sampai Anda terjebak dalam utang konsumtif yang sulit dilunasi.

2. Membuat Skala Prioritas Kebutuhan

Mengatur keuangan untuk banyak orang tidaklah mudah. Sebagai pemegang kendali, Anda perlu disiplin dalam membuat dan mematuhi skala prioritas kebutuhan.

Anggarkan biaya untuk masing-masing jenis pengeluaran. Tidak sampai di situ, Anda harus mematuhi anggaran tersebut.

Hindari mengeluarkan uang untuk belanja impulsif dan juga kebutuhan tersier. Utamakan kebutuhan pokok semua tanggungan terpenuhi.

3. Bangun Komunikasi yang Sehat

Pengaturan keuangan tidak bisa berjalan dengan mulus tanpa adanya kerja sama dengan orang-orang yang Anda tanggung. Oleh karena itu, Anda perlu mengkomunikasikan hal tersebut kepada orangtua ataupun anak.

Terbukalah mengenai pendapatan yang Anda miliki. Komunikasikan juga berbagai pengeluaran yang harus dilakukan setiap hari atau setiap bulan. Berilah pengertian kepada orang tua dan anak Anda anggaran untuk setiap pengeluaran.

Dengan begitu, Anda bisa mendapatkan dukungan dari mereka.

4. Disiplin Menyisihkan Uang untuk Berinvestasi

Memenuhi kebutuhan saat ini memang penting dilakukan. Namun, jangan sampai lupa untuk memenuhi kebutuhan Anda di masa depan.

Rutin menyisihkan uang untuk investasi adalah kuncinya. Anda perlu mempersiapkan dana pensiun. Dengan begitu, Anda tidak perlu lagi bergantung kepada anak untuk memenuhi kebutuhan.

Dengan memiliki cadangan uang saat sudah tidak produktif bekerja, Anda bisa memutus rantai generasi sandwich ini.

Tanamkanlah pola pikir ini kepada anak atau generasi penerus Anda. Dengan begitu, Anda bisa mencegah mereka bergantung secara finansial kepada Anda selamanya. Ajari mereka bersiap-siap agar bisa mandiri secara finansial.

5. Memilih Jenis Investasi yang Tepat

Jangan asal memilih instrumen investasi. Anda harus memperhatikan apa tujuan investasi yang dilakukan, apakah akan dicapai dalam jangka pendek atau jangka panjang.

Jika kebutuhan harus dipenuhi dalam jangka waktu kurang dari satu tahun hingga 3 tahun, Anda bisa memilih investasi jangka pendek seperti reksa dana pasar uang, P2P Lending, atau deposito.

Namun, jika kebutuhan dipenuhi dalam jangka waktu 5 tahun atau lebih, gunakan investasi jangka panjang. Contohnya adalah emas, saham, atau cryptocurrency.

Kesimpulan

Sandwich generation memang perlu usaha ekstra dalam melakukan financial management. Namun, itu bukan berarti tidak mungkin. Memastikan cash flow positif dan disiplin dalam skala prioritas adalah kuncinya. Selain itu, berinvestasi juga bisa menjadi cara untuk memutus rantai generasi sandwich.

Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda. Dengan ini, semoga Anda bisa mengatur keuangan dengan lebih bijaksana!

Anda mungkin juga menyukai

%d blogger menyukai ini: