Kesalahan Umum Trader Pemula

Kesalahan Umum Trader Pemula

Kegiatan trading sekarang merupakan hal yang sudah banyak dikenal. Dengan semakin berkembangnya teknologi dan juga mudahnya mencari informasi, kini sudah semakin banyak orang yang memulai kegiatan investasi dan trading. Trading sendiri merupakan sebuah kegiatan jual beli barang ataupun jasa, di mana keuntungan yang didapat merupakan selisih antara harga beli dan harga jual. Dalam dunia finansial, trading merujuk pada kegiatan jual beli aset sekuritas berupa saham ataupun cryptocurrency. Pada sistem trading konvensional, untuk mendapatkan keuntungan, Anda dapat membeli sebuah aset ketika nilainya sedang kecil dan menjualnya ketika nilainya sudah lebih besar.

Bila dilakukan dengan benar, trading dapat memberikan keuntungan yang besar bagi para pelakunya. Dari sanalah banyak orang yang semakin tertarik untuk menggeluti kegiatan ini dengan harapan mendapatkan pendapatan lebih. Tidak sedikit yang terjun langsung ke dunia trading tanpa benar-benar memahaminya lebih dahulu dan akhirnya rugi besar. Padahal resiko tersebut dapat diminimalisir dengan persiapan yang baik. Bila Anda benar-benar tertarik dan ingin mendapatkan keuntungan dari kegiatan trading, maka ada beberapa kesalahan trader pemula yang perlu Anda hindari.

Kesalahan Trader Pemula

Untuk mendapatkan keuntungan dan juga menjadi ahli dari kegiatan trading, Anda memerlukan jam terbang yang tinggi untuk terbiasa dan juga mengerti cara membaca pasar. Membuat kesalahan pasti wajar terjadi di awal-awal, namun tidak mustahil untuk mempelajari beberapa kesalahan yang bisa dihindari. Berikut kesalahan-kesalahan trader pemula yang perlu dihindari :

  • Lupa Melakukan Analisis Teknikal dan Fundamental

Bagi sebagian pemula, mereka memulai trading dengan asumsi bahwa dalam membeli aset mereka bergantung pada spekulasi dan keberuntungan semata dalam menentukan waktu membeli dan menjual yang tepat. Namun spekulasi tanpa analisa yang dalam sama saja seperti berjudi, sedangkan trading memiliki ilmu analisa untuk menghindari kerugian besar. Untuk menjadi trader yang handal, Anda perlu melakukan analisis teknikal dan fundamental terlebih dahulu untuk membaca pola market sehingga dapat memilih posisi yang tepat untuk melakukan trading.

Analisa teknikal bisa dilakukan dengan banyak cara, salah satunya dengan Analisa candlestick dan garis support resistance. Sedangkan untuk Analisa Fundamental bisa Anda lakukan dengan membaca artikel-artikel berita terkait regulasi maupun event yang mempengaruhi sikap buyer dan seller di market. Misalnya, ketika China melarang Bitcoin Mining, pengguna bitcoin banyak yang melakukan panic sell, sehingga mengakibatkan harga bitcoin turun drastis. Atau ketika Elon Musk mengumumkan bahwa Tesla berinvestasi ke Bitcoin, jumlah investor dan pengguna Bitcoin pun meningkat, sehingga harganya naik secara signifikan. Dari fakta-fakta tersebut Anda dapat mengenali potensi keuntungan dan kerugian yang bisa didapatkan, sehingga bisa membuat keputusan yang lebih tepat dan akurat.

  • Kurang Menguasai Manajemen Resiko

Dalam melakukan trading, Anda harus paham dasar-dasar melakukan manajemen resiko trading. Resiko trading sendiri adalah resiko yang harus Anda ambil ketika menentukan langkah dalam melakukan trading, seperti menentukan besar modal ataupun volume transaksi yang Anda lakukan. Pemilihan resiko ini merupakan hal-hal yang sepenuhnya  ada di bawah kontrol Anda. Dalam manajemen resiko ini, Anda belajar untuk mengatur seberapa banyak resiko yang dapat Anda terima. Misalnya, dengan tidak melakukan trading dengan modal yang lebih besar dari nilai yang siap Anda lepaskan. Bila Anda masih pemula, alangkah baiknya memulai dengan modal kecil terlebih dahulu dan naik secara bertahap seiring dengan jam terbang yang sudah Anda miliki.

Misalnya, Anda memutuskan untuk melakukan trading crypto yang memiliki volatilitas tinggi, sehingga Anda sadar trading crypto beresiko tinggi. Maka sebaiknya sebelum menentukan langkah dan memasang posisi, pastikan dulu kondisi keuangan Anda. Selalu gunakan dana dengan jumlah yang bisa Anda toleransi jika hilang, dan juga pelajari manajemen resiko dalam trading secara mendalam melalui buku, serta berdiskusi dengan mentor trading yang berpengalaman. Dengan memiliki manajemen resiko yang baik, Anda dapat menghindari kemungkinan mendapatkan kerugian besar dan juga bisa lebih strategis dalam menentukan sebuah langkah dalam trading.

  • Lupa Memasang Stop dan Limit

Kesalahan yang satu ini biasanya dilakukan oleh trader yang sebelumnya sudah biasa melakukan trading konvensional seperti saham. Berbeda dengan trading konvensional yang memiliki jam pembukaan dan penutupan trading, market crypto terus berjalan 24 jam dalam 7 hari. Ditambah lagi, fluktuasi harga crypto lebih cepat daripada aset konvensional seperti saham. Jika kehilangan moment, Anda bisa mendapatkan kerugian besar. Tapi tenang, untuk menghindari tersebut Anda tidak perlu memantau pergerakan harga market 24 jam setiap hari, cukup selalu ingat untuk memasang Stop dan Limit, agar walaupun Anda sedang offline, order yang diminta bisa tereksekusi sesuai limit profit dan loss yang sudah ditentukan sebelumnya.

  • Belum Memiliki Psikologi Trading yang Baik

Ketika awal melakukan trading, ada banyak emosi yang dapat dirasakan oleh trader pemula. Mulai dari rasa takut akan merugi, terlalu semangat mendapatkan keuntungan sehingga kurang bijak dalam mengambil keputusan, dan juga kemarahan atau depresi berlebihan bila gagal mendapatkan keuntungan tersebut. Emosi-emosi tersebut wajar untuk dirasakan, namun bila Anda berhasil mengelola emosi tersebut dengan baik maka Anda dapat lebih bijak dalam menentukan langkah berikutnya dalam trading. Jangan biarkan emosi-emosi ini mempengaruhi analisa Anda dalam melakukan trading dan menyebabkan Anda salah mengambil keputusan.

Sebelum trading, Anda harus memiliki sebuah trading plan untuk jangka panjang. Trading plan tersebut harus mencakup seberapa besar loss atau kerugian yang Anda siap terima sebagai kompensasi untuk profit yang sudah ditargetkan. Setelah itu, yang perlu Anda lakukan adalah berpegang pada trading plan tersebut dan jangan menyimpang dari rencana awal dikarenakan emosi-emosi sesaat. Bila emosi Anda sedang sangat kuat maka tenangkanlah diri, jauhi layar trading sampai pikiran Anda kembali jernih, lalu review kembali trading plan Anda untuk mengambil keputusan trading berikutnya.

  • Tidak Berlatih di Akun Demo Lebih Dulu

Kesalahan yang terakhir ini, merupakan salah satu kesalahan yang cukup fatal. Pasalnya, semakin banyak Anda berlatih maka akan semakin lancar pula Anda dalam membuat keputusan ketika terjun langsung di dunia trading. Di platform trading seperti di TokenomyX, Anda diberi fasilitas akun demo di mana Anda dapat melakukan latihan trading dengan dana virtual, yang juga disediakan gratis. Tujuan akun demo TokenomyX adalah untuk memfasilitasi pengguna untuk memperkuat skill yang dibutuhkan dalam terjun ke dunia trading saat masih pemula. Dana virtual yang disediakan pun tidak terbatas, bila habis Anda bisa melakukan top up kembali, karena Tokenomy menyediakan modal virtual yang tak terbatas untuk pengguna akun demo.

Tertarik memulai latihan trading di Tokenomy? Caranya sangat mudah, hanya dengan melakukan pendaftaran dan melalui tahap verifikasi Anda dapat menggunakan fasilitas akun demo untuk segera melatih skill trading Anda. Tunggu apalagi? Yuk mulai berlatih trading di platform TokenomyX!

Anda mungkin juga menyukai

%d blogger menyukai ini: