Mengenal Lebih Jauh Tentang Stablecoin dan Jenisnya

Mengenal  stablecoin

Saat ini, dunia crypto semakin berkembang dengan banyaknya pengguna yang mulai bertambah. Sebuah penelitian dari Cambridge Center untuk Alternative Finance menemukan bahwa jumlah pengguna crypto global telah meningkat pesat menjadi 101 juta pada tahun 2020. Namun aset crypto memiliki kecenderungan nilai pasar yang sangat fluktuatif sehingga tidak semua orang langsung berani bergelut di bidang ini. Untuk itulah salah satu perkembangan crypto beriringan dengan semakin bertambahnya jenis aset digital yang lebih stabil, contohnya adalah stablecoin

Stablecoin merupakan salah satu jenis aset crypto yang memiliki harga yang cenderung lebih stabil dan memiliki dukungan dari berbagai aset cadangan. Jenis aset ini memberikan kemungkinan bagi para penggunanya untuk mentransfer nilai secara murah dan cepat ke seluruh dunia sambil tetap menjaga stabilitas harga. Tipe crypto satu ini juga memiliki keunggulan berupa pilihan pembayaran crypto yang private dan juga nilai stabil yang bebas volatilitas.  Dalam perkembangannya stablecoin sempat mencapai nilai lebih dari 10 miliar dollar AS, sekitar Rp143 triliun rupiah pada bulan Mei 2020. Di beberapa negara seperti Brasil, stablecoin banyak digunakan sebagai alternatif mata uang di saat krisis. Di Hongkong stablecoin pun digunakan untuk menghindari sensor internet ketika keadaan politik negara sedang naik turun.

Jenis-jenis Stablecoin

Nilai dari stablecoin dipatok berdasarkan instrumen investasi konvensional seperti mata uang fiat, ataupun komoditas lain yang nilainya cenderung lebih stabil. Dari instrumen tersebutlah akhirnya terbagi beberapa jenis stablecoin yang berbeda.

  • Stablecoin berdasarkan mata uang fiat
    Jenis stablecoin yang ini adalah yang paling umum digunakan publik. Biasanya pematokan harga untuk aset ini dilakukan dengan rasio tetap dari mata uang fiat yang digunakan sebagai patokan. Beberapa contoh aset stablecoin berdasarkan uang fiat adalah Tether (USDT), USD Coin (USDC), dan IDK. Agar dapat menerbitkan stablecoin, penerbit seperti perusahaan, bank, atau pun pemerintahan wajib memiliki jumlah uang yang sama di rekening Bank atau akun Trust mereka.
  • Stablecoin berdasarkan aset digital
    Patokan harga dari stablecoin satu ini sama seperti tipe sebelumnya, yakni dengan ratio tetap, biasanya 1:1. Namun patokannya adalah aset digital dan semua proses penerbitannya adalah berdasarkan protokol yang ada di dalam sistem blockchain. Contoh stablecoin jenis ini adalah Maker DAO (DAI). Pada aset tersebut, pengguna dapat mengunci sejumlah aset digital, seperti Ethereum (ETH) sebagai jaminan untuk peminjaman DAI yang harganya dipatok sesuai dengan nilai Dolar AS.
  • Stablecoin berdasarkan algoritma
    Stablecoin Algoritma masih baru dan belum umum digunakan oleh publik. Tipe stablecoin satu ini tidak memiliki jaminan. Patokannya adalah menggunakan algoritma yang berbasis sistem blockchain untuk memastikan koin akan selalu diperdagangkan dengan harga satu dolar AS. Beberapa contoh diantaranya adalah Basis dan Carbon USD.

Bagaimana? Tertarik memiliki aset stablecoin? Di Tokenomy Earn Anda bisa melakukan deposit Stablecoin berupa IDK, USDT, dan USDC.  Caranya mudah, tinggal melakukan pendaftaran diri dan melewati serangkaian proses verifikasi. Setelah itu Anda tinggal melakukan deposito aset pilihan dengan jumlah minimal yang ditentukan dan menunggu keuntungannya!

Daftar Sekarang!

Anda mungkin juga menyukai

%d blogger menyukai ini: