Panduan Trading Arbitrase untuk Pemula

Panduan Arbitrage Trading untuk Pemula

Bila Anda sedang memulai perjalanan Anda dalam melakukan trading aset crypto, maka hal yang perlu dipelajari adalah macam-macam strategi dalam trading. Arbitrase merupakan salah satu bentuk strategi dalam kegiatan trading yang bertujuan mengambil keuntungan dari perbedaan dan ketidakseimbangan harga di dua market yang berbeda. Hal ini dilakukan dengan menjual dengan cepat aset yang dimiliki di market yang lebih menguntungkan. Sebagai contoh, bila harga sebuah aset crypto di platform A adalah sebesar Rp100.000 untuk setiap 0,001 coin, sedangkan di platform B aset yang sama dijual dengan harga Rp150.000 untuk jumlah yang sama. Maka apabila Anda membeli aset tersebut di platform A dan menjualnya di platform B, Anda akan mendapatkan keuntungan sebesar selisih harga tadi yaitu Rp50.000. Bila dilakukan dengan jumlah transaksi yang besar, maka selisih harga yang didapatkan bisa sangat menguntungkan bagi Anda.

Cara Melakukan Arbitrase

Setiap orang yang melakukan strategi arbitrase disebut sebagai arbitrageur. Untuk menjadi arbitrageur sendiri biasanya Anda harus memiliki dua atau lebih akun di setiap exchange yang berbeda-beda dan juga memiliki aset di setiap akun tersebut. Hal tersebut membuat Anda bisa melakukan arbitrase ketika ada perbedaan harga pasar yang bisa membawa keuntungan. Bila Anda tertarik melakukan arbitrase, di Indonesia ada banyak platform exchange yang bisa Anda ikuti dan di waktu tertentu menawarkan harga yang berbeda untuk aset tertentu. Untuk membantu Anda memulai kegiatan ini, berikut beberapa langkah yang bisa diikuti:

  • Melakukan pengamatan harga antara exchange satu dan lainnya
    Setelah memiliki akun, pastikan bahwa Anda melakukan pengamatan untuk setiap aset yang Anda inginkan. Biasanya setiap aset memiliki harga yang berbeda, sehingga Anda tinggal menilai apakah selisih harga yang ditawarkan sudah cukup menguntungkan atau belum.
  • Pastikan bahwa Anda sudah menghitung segala biaya transaksi
    Seringkali seorang arbitrageur lupa menghitung biaya transaksi sehingga menyebabkan kerugian. Dalam melakukan arbitrase dan juga transaksi penjualan antar-exchange ada biaya transaksi dan juga biaya pengiriman aset crypto yang Anda miliki. Seringkali biaya-biaya tersebut lebih besar dibanding dengan jumlah selisih biaya arbitrase yang ada. Alih-alih mendapat untung, Anda malah mengalami kerugian. 

Legalitas Arbitrase

Lantas, apakah kegiatan arbitrase legal untuk dilakukan? Singkatnya, kegiatan ini memang legal untuk dilakukan. Seorang arbitrageur pada umumnya merupakan seorang market maker yang berfungsi meningkatkan keseluruhan volume transaksi secara keseluruhan dengan membantu menyediakan liquidity. Kenaikan volume tersebut berarti adanya perubahan harga sebuah aset menjadi lebih kecil sehingga memudahkan investor jangka panjang untuk membeli tanpa mempengaruhi harga secara umum. Sebagai hasilnya, market menjadi lebih mudah diprediksi dan juga perubahan harga jangka panjang akan berjalan lebih lambat.

Jenis Strategi Arbitrase Crypto

Arbitrase sendiri memiliki jenis-jenis yang berbeda. Untuk lebih memahaminya, berikut penjelasan untuk setiap jenis Arbitrase:

  • Arbitrase Bursa
    Di pasaran, harga aset crypto sangat fluktuatif dan juga dapat berubah dengan cepat. Itulah mengapa harga aset di setiap exchange dapat berbeda satu sama lain. Pada jenis arbitrase ini arbitrageur memanfaatkan perubahan harga tersebut untuk mendapat keuntungan. 
  • Arbitrase Segitiga
    Tipe arbitrase yang satu ini juga merupakan tipe arbitrase yang umum digunakan dalam dunia crypto. Hal ini dilakukan ketika arbitrageur menemukan perbedaan harga antara tiga aset crypto dan menukarnya satu sama lain secara triangular. Pada dasarnya tipe ini mencoba memanfaatkan perbedaan harga lintas mata uang. Jenis arbitrase satu ini membutuhkan perhitungan yang lebih rumit ketimbang arbitrase lainnya yang lebih sederhana. Karena itulah jenis arbitrase ini tidak terlalu populer. Jenis satu ini biasanya digunakan untuk meminimalisasi risiko ataupun biaya transaksi lainnya yang dapat mengurangi besar keuntungan.

Resiko Trading Arbitrase

Seperti kegiatan investasi lainnya, arbitrase juga memiliki resikonya. Berikut beberapa resiko yang perlu dipertimbangkan agar Anda lebih siap menjalaninya.

  1. Waktu Perhitungan Terbatas
    Selisih harga di pasar biasanya terjadi dalam waktu yang singkat sehingga butuh keputusan cepat untuk dapat melakukan arbitrase. Dalam kondisi yang sangat singkat itu, Anda bisa saja mengalami kepanikan sehingga tidak bisa menghitung biaya, risiko, dan keuntungan secara akurat.
  1. Biaya Tidak Terduga
    Seperti yang sudah disebutkan diatas, perlu diingat bahwa Anda perlu membayar biaya setoran, biaya trading, biaya transaksi, dan biaya penarikan. Terkadang ada biaya-biaya lain yang bisa terlupakan atau terlewat ketika kita melakukan transaksi dan menyebabkan kerugian.
  1. Ketidakpastian Harga
    Harga aset digital sangat fluktuatif menyebabkan keuntungannya menjadi tidak pasti dan juga susah dianalisis. Dari sana, Anda hanya bisa mengandalkan waktu yang terbatas untuk mendapat keuntungan dan beresiko mengalami kerugian bila terlambat.

Bagaimana? Tertarik melakukan arbitrase? Apabila masih ragu, maka Anda bisa memulai mendapatkan keuntungan dengan melakukan investasi crypto di Tokenomy Earn yang sudah terpercaya. Keuntungan yang didapat pun beragam, tergantung dari pilihan produk investasi Anda. Anda bisa memulai perjalanan investasi Anda dengan tenang. Caranya pun mudah bila Anda masih seorang pemula, Anda tinggal mendaftarkan diri dan melalui serangkaian proses verifikasi, pilih tipe investasi yang diinginkan dan tinggal menunggu hasil keuntungan! Tunggu apalagi? Selamat mencoba!

Anda mungkin juga menyukai

%d blogger menyukai ini: