Semua yang Perlu Anda Tahu tentang Dana Darurat

dana darurat

Dalam dunia keuangan, istilah dana darurat seringkali menjadi topik pembicaraan. Seperti namanya, tabungan ini penting untuk dimiliki siapa saja untuk mempersiapkan diri menghadapi kondisi tidak terduga.

Dalam artikel ini, Anda akan membaca penjelasan lengkap mengenai dana darurat. Baca uraian berikut hingga habis. 

Apa yang Dimaksud dengan Dana Darurat?

Istilah ini dikenal juga dengan emergency fund dalam bahasa Inggris. Dana darurat dipersiapkan secara khusus dalam jumlah tertentu untuk menghadapi peristiwa tidak terduga yang membutuhkan uang.

Misalnya, ponsel Anda rusak. Mau tidak mau harus membeli yang baru karena ponsel adalah barang penting yang mendukung komunikasi dan pekerjaan Anda. Untuk membeli ponsel baru tersebut, dana darurat bisa dipergunakan.

Bayangkan jika Anda tidak memiliki tabungan pada saat tersebut. Tentu terpaksa Anda harus meminjam uang untuk membeli gawai baru.

Lalu, Berapa Jumlah Emergency Fund yang Harus Dikumpulkan?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, pertama Anda perlu mengetahui berapa uang yang Anda habiskan untuk memenuhi pengeluaran bulanan. Uang ini tidak termasuk budget untuk berinvestasi, ya.

Misalnya, Anda memiliki pendapatan Rp7 juta setiap bulan dan berinvestasi sebesar Rp2 juta, sisanya sebanyak Rp5 juta digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Alokasi pengeluaran tersebutlah yang menjadi patokan besaran dana darurat yang harus dimiliki.

Jika saat ini Anda masih single, kalikan tiga hingga enam dari pengeluaran tersebut. Jadi, Anda harus memiliki dana darurat minimal Rp15 juta. Sementara jika sudah menikah, jumlahnya akan lebih banyak. Anda bisa mengkalikannya dengan angka 7 hingga 12. Jadi, minimal dana darurat yang harus dimiliki adalah Rp35 juta.

Kapan Dana Darurat Bisa Dipakai?

Lalu, kapan dana darurat ini bisa dipergunakan? Tentu saja ketika Anda sedang menghadapi situasi tidak terduga. Inilah beberapa contoh kondisinya.

1. Tiba-tiba tidak memiliki pekerjaan

Pemutusan hubungan kerja (PHK) adalah kondisi genting yang menimpa terjadi kepada siapa saja. Sumber pendapatan rutin yang diterima setiap bulan tiba-tiba tidak ada. Jika memiliki dana darurat, Anda bisa memanfaatkannya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sampai mendapatkan pekerjaan yang baru.

2. Memperbaiki kendaraan yang rusak

Selain terkena PHK, kondisi lain yang memungkinkan Anda menggunakan dana darurat adalah ketika kendaraan Anda bermasalah dan harus diperbaiki. Kerusakan yang terjadi di kendaraan membutuhkan perbaikan dengan biaya yang tentu tidak sedikit.

Emergency fund yang sudah Anda kumpulkan bisa digunakan agar kendaraan bisa lebih baik.

3. Melunasi biaya medis

Meskipun sudah menjaga pola hidup yang sehat, penyakit atau kecelakaan bisa datang kapan saja dan menimpa siapa saja. Untuk menghadapi situasi tersebut, dana darurat bisa menjadi tabungan yang mampu mengurangi risiko finansial.

Misalnya, ketika Anda atau keluarga membutuhkan dana untuk operasi atau penanganan medis lain. Anda tidak perlu kebingungan mencari uang karena memiliki simpanan yang bisa diandalkan.

5 Tips Mengumpulkan Dana Darurat

Setelah mengetahui pentingnya dana darurat dan berapa jumlah yang dibutuhkan, Anda perlu mulai mempersiapkannya sejak sekarang. Berikut ini dijelaskan berbagai tips yang bisa dilakukan untuk mengumpulkan emergency fund.

1. Menentukan target jumlah uang yang harus dimiliki

Sebelum mulai mengumpulkan, ketahui terlebih dahulu berapa jumlah dana darurat yang akan Anda kumpulkan.

Caranya adalah dengan mengetahui jumlah pengeluaran setiap bulan kemudian dikalikan dengan minimal 3 untuk Anda yang masih single. Harapannya dana darurat ini bisa digunakan untuk biaya hidup selama 3 bulan jika Anda sedang tidak bekerja.

Jika Anda yang sudah menikah tetapi belum memiliki anak, kalikan dengan minimal 7. Jika sudah memiliki anak, Anda bisa menambahkan sesuai dengan kebutuhan.

2. Menyisihkan uang dari penghasilan setiap bulan

Mengumpulkan tabungan untuk dana kebutuhan saat genting bisa dilakukan dengan menyisihkan dari gaji setiap bulan. Jumlah yang ingin ditabung sangat bergantung kepada kondisi finansial Anda. Setiap orang bisa berbeda-beda.

Anda bisa mencoba dengan menyisihkan minimal sebesar 10% dari gaji. Semakin banyak uang yang bisa ditabung setiap bulannya, semakin cepat juga kebutuhan dana darurat terpenuhi.

Sesaat setelah menerima gaji, Anda perlu segera menyisihkan dana darurat. Hal ini penting supaya Anda tidak menunda-nunda lagi untuk menabung.

3. Menyimpan dana darurat di bank

Uang dana darurat bisa Anda simpan di bank. Dalam menyimpan uang tersebut, Anda perlu memisahkannya dari rekening yang Anda buat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tujuannya adalah agar uang Anda tidak tercampur.

Jika rekening dijadikan satu, ada kemungkinan uang tabungan malah terpakai untuk hal lainnya. Pemisahan rekening juga memudahkan Anda untuk mengetahui progres tabungan dana darurat.

4. Memanfaatkan investasi jangka pendek

Selain menyimpan di bank, Anda juga bisa mengumpulkan dana darurat dengan memanfaatkan investasi, terutama investasi jangka pendek. Dengan melakukan investasi di instrumen jangka pendek, Anda bisa mendapatkan keuntungan dalam waktu kurang dari satu tahun.

Cara ini membantu Anda mengumpulkan target dana darurat dengan lebih cepat. Beberapa pilihan investasi tempo pendek adalah deposito, P2P Lending, dan reksa dana pasar uang (RDPU). Anda bisa memilih salah satu sesuai dengan profil risiko Anda.

5. Jangan menjadikan dana darurat sebagai beban

Beberapa orang menganggap menabung adalah hal yang berat. Penghasilan yang didapat setiap bulan lebih baik dihabiskan untuk memenuhi kebutuhan saat ini. Pemikiran tersebut harus Anda buang jauh-jauh. Dana darurat adalah tabungan yang bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan di masa depan.

Itulah hal-hal yang perlu diketahui mengenai dana darurat atau emergency fund. Setelah memahami semuanya, kini Anda tahu langkah apa yang harus diambil untuk mengumpulkannya. Semoga bermanfaat!

Anda mungkin juga menyukai

%d blogger menyukai ini: