Crypto Market Outlook: Terus Bullish, Akankah Bitcoin Menembus Level Tertingginya Tahun Ini?

Penulis: Rizqie Atsir Fadhlullah, Busdev Tokenomy


Bitcoin menunjukkan pergerakan reli yang cukup impresif pada beberapa minggu terakhir. Respon positif ini muncul di balik persetujuan ETF (Exchange Traded Fund) Bitcoin. Spekulan berpendapat bahwa ETF akan memudahkan investor untuk mengambil bagian di pasar kripto, tanpa harus menambang Bitcoin sendiri.

 

Bitcoin telah bergerak sangat bullish sepanjang bulan Oktober. Hal ini didasari oleh persetujuan Bitcoin ETF oleh US Securities and Exchange Commission (SEC). Para spekulan meyakini bahwa hal ini akan membawa dampak yang sangat positif khususnya dalam membawa lebih banyak institusi besar untuk masuk meramaikan pasar kripto. VanEck, Invesco, Valkyrie, dan Galaxy Digital adalah di antara beberapa perusahaan investasi yang telah mengajukan permohonan kepada Securities and Exchange Commission (SEC) untuk meluncurkan ETF bitcoin.

 

Sebelum kita membaca dari segi teknikal, mari kita bahas sedikit apa itu ETF Bitcoin dan bagaimana cara kerjanya. ETF adalah jenis investasi yang dapat melacak kinerja aset atau kelompok aset tertentu. ETF memungkinkan investor untuk mendiversifikasi investasi mereka tanpa benar-benar memiliki aset itu sendiri.

 

Untuk individu yang ingin fokus hanya pada keuntungan dan kerugian, ETF memberikan alternatif yang lebih sederhana untuk membeli dan menjual aset individu. Karena banyak ETF menargetkan pada jenis aset yang memiliki kesamaan. Misalnya, kesamaan fokus pada keberlanjutan, atau saham yang mewakili industri tertentu dan bisnis terkait. Hal inimemungkinkan investor untuk dengan mudah mendiversifikasi kepemilikan mereka.

 

Bitcoin ETF adalah aset turunan dari kripto paling populer di dunia. Hal ini memungkinkan investor untuk membeli ke dalam ETF tanpa melalui proses rumit dari perdagangan Bitcoin. Selain itu, karena pemegang ETF tidak akan langsung diinvestasikan dalam Bitcoin, mereka tidak perlu khawatir tentang prosedur penyimpanan dan keamanan yang rumit yang diperlukan investor kripto.

Bitcoin Technical Analysis

Harga Bitcoin telah mencapai $64,000 pada Selasa (19/10) sore, atau mengalami lonjakan lebih dari 40% dari nilai terendahnya pada bulan September pada level $40,000. Sekarang bitcoin berada kurang dari 1% dari harga tertinggi sepanjang masanya pada kisaran $65,000. 

Pada analisa diatas, terlihat bahwa terdapat 2 level resistance yang telah berhasil di breakout, yaitu resistance $52,000 dan $60,000. Penembusan ini terjadi setelah harga sempat terkoreksi hingga $40,000. Dimana kala itu banyak pemula yang justru terjebak melakukan short selling di pasar futures karena menganggap Bitcoin akan bearish.

Apabila secara fundamental alasan dibalik melesatnya Bitcoin ke harga tertingginya disebabkan oleh persetujuan Bitcoin ETF, apakah secara teknikal pergerakan bullish dari Bitcoin terjadi begitu saja tanpa bisa diprediksi? Tentu tidak. Seperti yang tertuang pada analisa minggu-minggu sebelumnya, sebelum news tersebut muncul, kita sudah bisa memprediksi bahwa harga akan segera bullish setelah ia berhasil reject dari support $40,000. Silahkan perhatikan analisa dibawah ini.

Kita kembali ke bulan September dimana Bitcoin mengalami koreksi dari level harga $52,000 hingga $40,000. Ketika mengalami koreksi, Bitcoin membentuk satu pola pergerakan yang dinamakan “channel down”. Channel down yang terbentuk saat market sedang bullish merupakan zona koreksi atau “retracement” atau “secondary reaction” terbaik yang saat itu sudah kita manfaatkan untuk melakukan pembelian. Sekarang perhatikan kembali analisa berikut.

Indikator utama selesainya masa “koreksi” atau “retracement”, dapat terlihat ketika harga sudah berhasil breakout dari “struktur” koreksinya. Pada konteks kali ini, struktur koreksi dari pergerakan Bitcoin adalah pola channel down. Ketika harga berhasil breakout dari channel tersebut, terdapat 3 area resistance yang menjadi target pergerakan dari Bitcoin. Resistance pertama berada pada $52,000, resistance kedua pada $60,000, dan resistance ketiga adalah level harga tertinggi sepanjang masa $65,000. 

Pada saat analisa ini ditulis, Bitcoin hanya tinggal beberapa poin saja dari area tertingginya. Belum adanya tanda pembalikan trend serta dukungan fundamental menjadikan peluang breakout semakin tinggi. Bahkan kami bisa memprediksikan bahwa peluang breakout adalah sebesar 90%. Lalu pertanyaan berikutnya, kemana arah pergerakan selanjutnya?

Kami menggunakan “fibonacci retracement” untuk mengukur target area pergerakan Bitcoin bila terjadi breakout. Dimana berdasarkan teori fibonacci, apabila market menembus harga tertingginya, target akan berada pada area golden ratio 1.618 dan 2.618. Dan pada analisa diatas, area 1.618 berada pada kisaran harga $57,000. Sehingga dengan ini apabila Bitcoin berhasil untuk breakout area $65,000 dengan sempurna, maka area target terdekat adalah $87,000. Namun apabila terjadi rejection, maka harga bisa kembali terkoreksi ke support $52,000. Bagi Anda yang belum memiliki posisi “buy”, sangat tidak disarankan untuk membuka posisi “buy” atau melakukan pembelian Bitcoin pada area ini, karena harga sudah terlalu tinggi dan terlalu beresiko. Terlebih bagi Anda yang melakukan trading di pasar futures.

DAFTAR SEKARANG DI TOKENOMY.COM

Anda mungkin juga menyukai

%d blogger menyukai ini: